Friday, August 8, 2008

mau belajar sejarah?

you can visit this site and learn more about our country Indonesia.

sssstttt......... banyak pelajaran sejarah yang ga pernah kamu dapat di sekolah lho!

8-8-8

8-8-1 kita jadian
8-8-8 kita udah pacaran 7 tahun dan menikah 6 tahun (3 minggu lagi)

we got a once in a lifetime
all the dreams we've waited for
are just beginning to come true
it happens once in a lifetime
when you find a special girl
who knows the meaning of love like you
(long and lasting love by Glen Medeiros)

jakarta, 8 Agustus 2001

Thursday, August 7, 2008

'till death do us part

tau istilah itu kan? 'till death do us part.
Ini bukan sekedar judul lagu yang dinyanyiin sama salah satu band rock White Lion (cmiiw) aja. Tapi.....

Istilah ini maknanya dalem banget. Tiba-tiba aja saya teringat sama sahabat saya sewaktu di SMA dulu, namanya Diana dan pacarnya (kemudian menjadi suaminya) yaitu Ichan.
Kita sekelas waktu kelas 2 SMA. Sempat duduk sebangku. Dan saya sempet tahu perkembangan kisah cintanya dengan Ichan ini. Yang jelas, gaya pacarannya backstreet abiiisss....!!!! Sebabnya, karena keluarganya tidak suka pada Ichan.

Sewaktu lulus SMA kita berpisah. Saya masuk UI jurusan Bahasa Cina, sementara Diana masuk Universitas Muhammadyah jurusan Bahasa Inggris. Yang tidak berbeda adalah persahabatan kami dan gaya pacarannya Diana dan Ichan. Tetap backstreet.
Pernah sepulang kuliah, saya bertemu dengan Diana. Dia menceritakan soal kebencian keluarganya pada Ichan dan keluarganya. Sebabnya kenapa, saya ga akan cerita.

Beberapa tahun kemudian (tahun '96), sewaktu saya pulang dari kantor (saya sudah bekerja saat itu). Mama saya memberikan sepucuk undangan pernikahan. Tertulis Diana dan Ichan. HAH? KOK BISA!!!
Singkatnya akhirnya mereka menikah dan dikaruniai 3 anak. Dan persahabatan kami tetap langgeng.

Lalu bulan Oktober 2006 saya mendapat berita. Ichan koma dirumah sakit akibat kecelakaan motor. Sampai akhirnya meninggal dunia beberapa hari kemudian. Kata salah seorang teman SMA saya yang turut menjadi saksi saat Ichan menghembuskan nafas terakhir, Diana sangat terpukul sekali. Bahkan sempat menolak saat tim dokter hendak mencabut alat penopang hidup Ichan.

Makanya pas baca istilah 'till death do us part. Saya teringat pada sahabat saya Diana dan Ichan. Dari jaman masih pake putih abu-abu, backstreet, pertengkaran antara keluarga Diana dan Ichan, menikah, punya 3 anak hingga Ichan meninggal dunia.

Bukan cuma itu, Alhamdulillah sebagian besar keluarga saya (terutama kakek dan nenek dari pihak papa dan mama juga om dan tante) juga cintanya dipisahkan oleh maut.
Alhamdulillah mama dan papa saya, pernikahannya masih kuat hingga sekarang. Dan saya ingin pernikahan saya tetap kuat sampai kami tua nanti.

to Diana Sari,
you are not just my best friend but you are the very best!

berawal dari curhat

Seorang teman yang baru saja bercerai dari istrinya bertemu dengan saya beberapa hari yang lalu disebuah mall. Lalu kami ngobrol di sebuah kedai kopi. Dia bercerita soal peristiwa yang menyedihkan itu.

Keesokan harinya dia mengirimi saya SMS mengenai kondisinya. Walaupun saya belum pernah mengalaminya *ketok-ketok meja*, tapi saya tahu perceraian memang menyakitkan.
Saya berusaha memberikan nasehat semampu saya. Lalu dia berterima kasih atas nasehat yang saya berikan.
Lalu dia kembali curhat dan saya kembali berusaha memberikan nasehat....
Lalu begitu seterusnya.........

Setelah beberapa kali dia mengirimi saya SMS berisi curhatannya, lama-lama saya mulai 'gerah;. Bukan apa-apa, banyak perselingkuhan diawali dengan curhat-curhatan, dan saya tidak mau terjebak didalamnya.
Dia bertanya, mengapa saya tidak menjawab SMSnya? apakah dia masih boleh curhat pada saya lagi?

Jawaban saya : TIDAK. Dia TIDAK BOLEH curhat lagi pada saya!

Saya hanya seorang temannya yang tidak terlalu dekat dengannya. Saya hanya temannya yang 'kebetulan secara tidak sengaja' bertemu dengannya dikedai kopi itu. Saya bukan sahabatnya, apalagi saudaranya. Saya tidak punya kapasitas untuk menasehatinya panjang lebar. Sekedar nasehat sedikit, OK. Nasehat panjang? hmmm... kayaknya engga deh!
Yang paling penting, saya tidak mau terjebak dalam suasana saling curhat lalu berubah menjadi saling memberi perhatian dan berkembang menjadi saling menyukai. Bukannya GR, tapi saya sering mendengar cerita, sering melihat beberapa kasus perselingkuhan dimulai dari saling curhat. Dan sekali lagi saya bilang, saya tidak mau terjebak didalamnya.

Buat kamu... maafkan saya, bukannya saya tidak ingin menjadi tempat curhat kamu.
Tapi orang yang paling tepat untuk mendengarkan curhatan kamu adalah sahabat kamu (tetapi bukan saya), atau keluarga kamu. Sekali lagi, maafkan saya.......

Wednesday, August 6, 2008

rame-rame jadi wakil rakyat


" wah si artis itu jadi calon gubernur.... " " artis itu jadi calon bupati....... "
Tadi pagi juga begitu. Saya masih setengah terlelap sewaktu dibangunkan oleh suami saya untuk bersiap-siap berangkat ke kantor. Dengan mata setengah tertutup, saya mengumpulkan kesadaran dan menyalakan TV. Ternyata beritanya tentang beberapa artis Indonesia yang bagai ' jamur dimusim hujan ' mencalonkan diri menjadi wakil rakyat, gubernur, bupati sampai walikota.

Waktu makan siang tadi, teman saya berkomentar " ngapain sih para artis pada nyalonin diri? punya pengalaman politik juga engga " katanya ketus. Hmm... benar juga...
Ada lagi yang berkomentar " boro - boro punya pengalaman politik, banyak kok yang ga jelas sekolahnya gimana. Bukannya aris begitu? keenakan dapat duit banyak trus lupa sekolah. Kok sekarang malah nekad nyalonin diri jadi pemimpin daerah "

Akhirnya, topik ini jadi bahan obrolan kami di meja makan.
Si itu jadi gubernur, si itu jadi walikota, si itu jadi bupati. Hmmm... lama - lama Presiden kita pemain sinetron nih. Jadi inget Ronald Reagan dan bekas bintang film Philipina yang jadi Presiden.
" Mungkin presiden kita Tukul trus wakilnya Ivan Gunawan 'kali.... " lagi-lagi ada yang menyeletuk.

Buat saya sih, terserah aja siapa yang duduk dipuncak pemerintahan negara ini. Asalkan beliau yang duduk disana bisa memegang amanah yang diberikan rakyat. Bukannya selama ini yang berlomba-lomba ingin duduk di puncak sana rajin memberikan janji surga tapi begitu posisi puncak sudah dalam genggaman, langsung mendadak amnesia. Alias lupa dengan janji-janjinya. Itu sih percuma.

Beberapa minggu yang lalu saya nonton TV tentang pemilihan gubernur Jawa Timur. Ternyata para warga yang datang ke TPS hanya sedikit dan kemungkinan akan ada pemilu ke-2 apabila suara tidak mencapai 30% (maaf apabila salah). Tapi bukan itu yang saya mau ceritakan.
Saya tersenyum saat reporter salah satu TV swasta mewawancara seorang petani yang sedang asyik menggarap sawahnya. Pertanyaan yang dilontarkan si reporter " kenapa bapak tidak datang ke TPS untuk memilih calon gubernur? "
Jawaban si petani sangat polos dan sederhana " saya mau bekerja saja untuk cari makan bagi anak-istri. Anak-istri saya lebih penting. Lagipula kan selama ini selalu begitu, udah cape-cape milih. Mengharapkan ada perubahan, eeehh... ternyata sama aja kaya kemarin. Jadi saya mendingan milih kerja aja hari ini demi anak istri saya daripada datang ke TPS "

Tuh kaaaann..... jangan kira masyarakat Indonesia bodoh-bodoh. Biar cuma petani tapi mereka pintar. Dan apa yang mereka ungkapkan adalah curahan hati mereka sendiri.

Kembali lagi kepada artis yang lagi sibuk saling mencalonkan diri menjadi wakil rakyat. Kalo saya boleh ngomong dikiiiiiiitt aja... saya cuma pengen bilang. Sama seperti petani diatas tadi, kita pengen tinggal dinyaman di negara atau wilayah daerah kita sendiri. Apakah para artis ini bisa mewujudkan impian-impian tersebut?
Apakah mereka emang udah siap jadi pemimpin atau jadi wakil rakyat? apakah mereka bisa menepati semua janji yang mereka berikan waktu mencalonkan diri saat mereka berkuasa nanti? atau jangan-jangan mendadak amnesia juga seperti yang sudah - sudah? apakah mereka memang sudah siap dan punya pengalaman menjadi pemimpin daerah? kenapa sih sebelum mencalonkan diri pemimpin wilayah yang besar, mbok ya latihan dulu jadi ketua RT atau pengurus mesjid atau jadi lurah dulu... pokoknya dari wilayah yang kecil dululaaahh...

Tadi temen saya ada yang nyeletuk lagi " itu Saiful Jamil ngapain sih pake nyalonin diri jadi wakil walikota Tangerang segala? wong ngurusin rumah tangga kecil aja ga bisa!!! "

Tuesday, August 5, 2008

big idea for small planet

Seneng banget nonton acara ini di MetroTV tiap hari Minggu jam 8.30 pagi.
Cerita tentang orang - orang hebat yang berusaha menyelamatkan bumi ini dengan cara mereka masing-masing!

Monday, August 4, 2008

percakapan garasi

Saya : kalo aku jadi fulltime housewife, bisa masakin kamu tiap hari
Dia : kamu mau jadi ibu rumah tangga aja?
Saya : hmm... ga juga sih.....

hmm... saya belum bisa full 100% jadi ibu rumah tangga, selain bisa boring banget karena kita belum ada anak, saya tahu masih banyak hal yang harus saya lakukan untuk keuangan keluarga kami...

but...

someday i will....
...... become a fulltime housewife!!