Paling trenyuh banget kalo nonton berita di TV yang ngomongin kehidupan guru. Apalagi guru diperkampungan gitu. Ada yang nyambi jadi supir ojek sampai satpam, ada yang gajinya ga dibayar-bayar (padahal gajinya teramat kecil), ada yang dengan rela ngajar beberapa kelas sekaligus. Bahkan ada guru yang menyuruh para orang tua untuk menyekolahkan anaknya, tapi disisi lain dia sendiri tidak punya biaya untuk nyekolahin anaknya sendiri.
Tapi tadi pagi saya baca berita di Detik.com tentang berita ini.
Masya Allah!!! mau jadi apa anak kita kalau ada guru seperti ini di Indonesia??
Tuesday, November 18, 2008
Monday, November 17, 2008
kehidupan
Teman saya udah beli rumah di BSD tapi masih takut nempatin rumahnya, lho kok??
Waktu saya beli rumah, ga berapa lama kemudian dia beli juga. Abis itu kita berdua (saya dan dia) sibuk deh ngurusin rumah. Bedanya, begitu urusan rumah selesai (administrasi, proses KPR, surat-surat, perbaikan dikit disana-sini) saya langsung tempati. Sementara teman saya tidak.
Dia beralasan, " mau renovasi lagi, mau bikin ruang pembantu ". Setelah sempat kosong hampir setahun, akhirnya rumahnya mulai direnovasi.
Saat rumah direnovasi dia hamil. Proses renovasi yang memakan waktu hampir 6 bulan (karena dia melakukan renovasi lumayan besar) rumahnya selesai. Cantik banget!
Dia menunggu hingga usia si anak cukup besar. Sementara itu teman saya memutuskan resign dari kantornya dan memilih menjadi ibu rumah tangga saja. Setelah rumah tersebut 'kosong lagi' selama hampir 6 bulan, dipertengahan 2007 dia memutuskan mau menempati rumahnya. Tapi batal lagi. Akhirnya rumah tersebut ditempati adiknya.
Bulan Agustus kemarin, si adik pindah ke kota lain. Mau tidak mau dia dan suaminya harus menempati rumah tersebut. Tapi teman saya kembali 'maju-mundur'. Lalu ditunggu setelah lebaran baru pindah.
Sekarang lebaran sudah hampir 2 bulan berlalu, teman saya masih tinggal belum menempati rumahnya.
Waktu saya sedang belanja groceries di sebuah hypermart saya bertemu dia dan obrolan kami berlanjut disebuah restaurant cepat saji. Kami sama-sama menunggu suami datang menjemput.
Dia masih belum berani menempati rumahnya. " Takut kalo ga ada makanan, takut kalo rumah berantakan, takut bingung ngurusin rumah trus anak ga kepegang, takut kalo tiba-tiba gas habis, minyak habis, mesti gimana? ".
Dulu saya begitu. Takut kalo ga bisa masak gimana? suami makan gimana?
Tapi pelan-pelan semua bisa dipelajari.
Saya yang dulu ga bisa bedain mana lengkuas mana jahe pelan-pelan jadi tahu. Kita tidak akan tahu kemampuan kita kalau kita tidak pernah mencobanya.
Saya pernah kok diposisi sulit seperti yang dia sebutkan diatas. Tapi bisa dilalui juga.
Satu pertanyaan yang dia lontarkan ke saya " kok lu betah sih, cuma berdua tapi bela-belain tinggal terpisah dari orang tua? "
Jawaban saya sederhana, " saya cuma ingin belajar mandiri "
Waktu saya beli rumah, ga berapa lama kemudian dia beli juga. Abis itu kita berdua (saya dan dia) sibuk deh ngurusin rumah. Bedanya, begitu urusan rumah selesai (administrasi, proses KPR, surat-surat, perbaikan dikit disana-sini) saya langsung tempati. Sementara teman saya tidak.
Dia beralasan, " mau renovasi lagi, mau bikin ruang pembantu ". Setelah sempat kosong hampir setahun, akhirnya rumahnya mulai direnovasi.
Saat rumah direnovasi dia hamil. Proses renovasi yang memakan waktu hampir 6 bulan (karena dia melakukan renovasi lumayan besar) rumahnya selesai. Cantik banget!
Dia menunggu hingga usia si anak cukup besar. Sementara itu teman saya memutuskan resign dari kantornya dan memilih menjadi ibu rumah tangga saja. Setelah rumah tersebut 'kosong lagi' selama hampir 6 bulan, dipertengahan 2007 dia memutuskan mau menempati rumahnya. Tapi batal lagi. Akhirnya rumah tersebut ditempati adiknya.
Bulan Agustus kemarin, si adik pindah ke kota lain. Mau tidak mau dia dan suaminya harus menempati rumah tersebut. Tapi teman saya kembali 'maju-mundur'. Lalu ditunggu setelah lebaran baru pindah.
Sekarang lebaran sudah hampir 2 bulan berlalu, teman saya masih tinggal belum menempati rumahnya.
Waktu saya sedang belanja groceries di sebuah hypermart saya bertemu dia dan obrolan kami berlanjut disebuah restaurant cepat saji. Kami sama-sama menunggu suami datang menjemput.
Dia masih belum berani menempati rumahnya. " Takut kalo ga ada makanan, takut kalo rumah berantakan, takut bingung ngurusin rumah trus anak ga kepegang, takut kalo tiba-tiba gas habis, minyak habis, mesti gimana? ".
Dulu saya begitu. Takut kalo ga bisa masak gimana? suami makan gimana?
Tapi pelan-pelan semua bisa dipelajari.
Saya yang dulu ga bisa bedain mana lengkuas mana jahe pelan-pelan jadi tahu. Kita tidak akan tahu kemampuan kita kalau kita tidak pernah mencobanya.
Saya pernah kok diposisi sulit seperti yang dia sebutkan diatas. Tapi bisa dilalui juga.
Satu pertanyaan yang dia lontarkan ke saya " kok lu betah sih, cuma berdua tapi bela-belain tinggal terpisah dari orang tua? "
Jawaban saya sederhana, " saya cuma ingin belajar mandiri "
Malas
Saya akui kegiatan rumah tangga yang paling saya sukai saat ini adalah memasak. Dua minggu berturut-turut saya menggelar arisan dirumah. Capeknya? jangan ditanya. Tapi senang!!
Dua arisan tersebut saya ikutan masak.
Kalau dulu saya menyerahkan semuanya sama mama, sekarang saya yang jadi partner masaknya mama :-))
Biasanya konsultasi dulu, kamu masak ini, mama masak ini. Biar ga ketuker.
Senangnya kalau masakan yang kita masak habis ludes. Alhamdulillah...
Waktu first trial bikin udang diacara keluarga mama tahun lalu, laris banget. Sampe keponakan yang doyan banget udangnya nanya " tante, udangnya udah abis ya? kalo sambel udangnya masih ada ga? ga papa deh makan sambelnya aja! "
Didua acara kemarin saya masak lagi. Alhamdulillah laris dan Alhamdulilah lagi dipuji.
Tapi kalau malas mendera, yang kasian hubbyku. Gara-gara istrinya kecapean masak melulu dia ngalah deh terpaksa beli lontong sayur. Sementara saya??? istirahat sambil nonton DVD. Maafkan aku hubby sayang!!
Dua arisan tersebut saya ikutan masak.
Kalau dulu saya menyerahkan semuanya sama mama, sekarang saya yang jadi partner masaknya mama :-))
Biasanya konsultasi dulu, kamu masak ini, mama masak ini. Biar ga ketuker.
Senangnya kalau masakan yang kita masak habis ludes. Alhamdulillah...
Waktu first trial bikin udang diacara keluarga mama tahun lalu, laris banget. Sampe keponakan yang doyan banget udangnya nanya " tante, udangnya udah abis ya? kalo sambel udangnya masih ada ga? ga papa deh makan sambelnya aja! "
Didua acara kemarin saya masak lagi. Alhamdulillah laris dan Alhamdulilah lagi dipuji.
Tapi kalau malas mendera, yang kasian hubbyku. Gara-gara istrinya kecapean masak melulu dia ngalah deh terpaksa beli lontong sayur. Sementara saya??? istirahat sambil nonton DVD. Maafkan aku hubby sayang!!
Sunday, November 16, 2008
sibuk tapi senang
dari satu acara ke acara lain, dari satu masakan ke masakan yang lain....
saya sibuk!! tapi senang!!
saya sibuk!! tapi senang!!
Thursday, November 13, 2008
Jual Sari Kurma " Ruthab "
Jual Sari kurma dari Timur Tengah
Dibuat dari kurma pilihan dan tanpa bahan pengawet
Manfaat dan Kegunaan :
1. Meningkatkan kadar trombosit bagi penderita Demam Berdarah Dengue (DBD)
2. Mencegah pengeroposan tulang (Osteoporosis)
3. Baik untuk pertumbuhan tulang bagi anak-anak
4. Sumber energi bagi olahragawan atau pekerja berat
5. Sangat baik untuk nutrisi ibu hamil, menyusui dan pada masa perencanaan kehamilan
6. Mempercepat penyembuhan dari sakit
7. Meningkatkan kadar sel darah dan mencegah anemia
8. Meningkatkan stamina pria dan wanita
9. Melancarkan buang air besar
10. Memudahkan keluarnya dahak
11. Aman bagi penderita diabetes (bila dikonsumsi secara benar dan tidak berlebihan)
12. Aman dikonsumsi anak-anak maupun orang dewasa
Harga perbotol ukuran 300g Rp. 30.000,-
http://pondokkecilku.multiply.com
Dibuat dari kurma pilihan dan tanpa bahan pengawet
Manfaat dan Kegunaan :
1. Meningkatkan kadar trombosit bagi penderita Demam Berdarah Dengue (DBD)
2. Mencegah pengeroposan tulang (Osteoporosis)
3. Baik untuk pertumbuhan tulang bagi anak-anak
4. Sumber energi bagi olahragawan atau pekerja berat
5. Sangat baik untuk nutrisi ibu hamil, menyusui dan pada masa perencanaan kehamilan
6. Mempercepat penyembuhan dari sakit
7. Meningkatkan kadar sel darah dan mencegah anemia
8. Meningkatkan stamina pria dan wanita
9. Melancarkan buang air besar
10. Memudahkan keluarnya dahak
11. Aman bagi penderita diabetes (bila dikonsumsi secara benar dan tidak berlebihan)
12. Aman dikonsumsi anak-anak maupun orang dewasa
Harga perbotol ukuran 300g Rp. 30.000,-
http://pondokkecilku.multiply.com
Wednesday, November 12, 2008
kalau boleh minta dua anak saja......
Saya penggemar acara di Discovery Home and Health. Salah satunya Jon and Kate and 8 of us!!
Mereka adalah pasangan suami istri yang lumayan unik di Amerika. Pernah menjadi bintang diacara Oprah.
Kate si istri punya pengalaman 2x melahirkan. Anak pertama, sepasang kembar perempuan. Kelahiran kedua, mereka dikaruniai 6 anak kembar!!
Saking uniknya, mereka sampai diberikan jam tayang khusus oleh Discovery untuk mengikuti kehidupan pasangan ini beserta anak-anaknya. Ratusan roll tissue gulung, puluhan kotak susu, puluhan box pampers hingga berkotak-kotak snack. Lemari penyimpanan Kate didapurnya sangat besar!! Tiap kali berbelanja, mereka menggunakan 6 troli untuk mengangkut semua belanjaan bagi ke-delapan anaknya.
Satu pertanyaan yang membuat saya tersenyum adalah sewaktu Kate bilang " saya tidak pernah merasakan melahirkan hanya seorang anak saja ".
Saya jadi mikir, Kate yang menurut saya diberikan berkah luar biasa oleh Tuhan dengan 8 anak mengatakan bahwa ia hanya ingin satu anak saja. Saya masih menunggu hingga kini, terserah Tuhan mau kasih berapa banyak anak kesaya. Dua anak juga tidak apa-apa, yang penting saya hanya pengen melihat mereka tumbuh besar dengan bahagia!
Mereka adalah pasangan suami istri yang lumayan unik di Amerika. Pernah menjadi bintang diacara Oprah.
Kate si istri punya pengalaman 2x melahirkan. Anak pertama, sepasang kembar perempuan. Kelahiran kedua, mereka dikaruniai 6 anak kembar!!
Saking uniknya, mereka sampai diberikan jam tayang khusus oleh Discovery untuk mengikuti kehidupan pasangan ini beserta anak-anaknya. Ratusan roll tissue gulung, puluhan kotak susu, puluhan box pampers hingga berkotak-kotak snack. Lemari penyimpanan Kate didapurnya sangat besar!! Tiap kali berbelanja, mereka menggunakan 6 troli untuk mengangkut semua belanjaan bagi ke-delapan anaknya.
Satu pertanyaan yang membuat saya tersenyum adalah sewaktu Kate bilang " saya tidak pernah merasakan melahirkan hanya seorang anak saja ".
Saya jadi mikir, Kate yang menurut saya diberikan berkah luar biasa oleh Tuhan dengan 8 anak mengatakan bahwa ia hanya ingin satu anak saja. Saya masih menunggu hingga kini, terserah Tuhan mau kasih berapa banyak anak kesaya. Dua anak juga tidak apa-apa, yang penting saya hanya pengen melihat mereka tumbuh besar dengan bahagia!
Kisah si penumpuk barang
Semalam di Oprah (Hallmark Channel), themanya adalah si penumpuk barang. Seorang ibu di Amerika yang sudah menikah dengan suaminya selama 40 tahun mempunyai sisi gelap sebagai penumpuk barang!!!!
Barang yang ditumpuk memenuhi isi rumah dari mulai ruang tamu hingga teras belakang, garasi hingga dapur!!!
Suaminya bercerita, apabila berbelanja ke toko dan melihat ada tulisan " sale " seperti ada magnit yang menarik si istri kedalam dan berbelanja habis-habisan.
Membeli payung dalam beberapa warna karena harganya yang murah, hadiah ulang tahun (padahal dia sendiri belum tahu kapan hadiah tersebut akan diberikan), bertumpuk-tumpuk kleenex, jaket kulit, dll.
Saat tumpukannya dibongkar, banyak hal mengerikan yang terjadi. Misalnya disalah satu tumpukan tersebut ditemukan beberapa kardus pasta yang sudah berjamur dan merusak karpet *yuck!.
Setelah berkonsultasi dengan therapist barulah ketahuan bahwa si ibu melakukan hal tersebut karena ia merasa hampa. Setelah saudaranya meninggal dunia dan anak-anaknya sudah beranjak dewasa dan meninggalkan rumah. Ia merasa berbelanja bisa 'mengisi' kehampaan tersebut.
Karena kondisi rumah yang tidak keruan, membuat si ibu tidak pernah lagi menjamu tamu, membuat acara keluarga bahkan terakhir kali cucunya menginjak rumahnya adalah 6 tahun yang lalu!. Dia malu karena kondisi rumahnya yang berantakan.
Oleh Oprah, si ibu dipertemukan dengan seorang Organizer Expert yang membantunya memilah-milah barang yang bertumpuk tersebut. Tumpukan barang tersebut dipisahkan kedalam empat bagian : Trash (dibuang), Keep (disimpan), Donate (disumbangkan), Sell (dijual).
Perlu kebesaran hati dari si ibu untuk melepaskan dirinya dari tumpukan barang tersebut. Saya melihat bagaimana siibu berargumentasi dengan si Expert dalam memutuskan berapa banyak barang yang akan dia simpan. Sayang rasanya melepas barang tersebut.
Seteah 8 minggu semuanya selesai. Rumah kembali seperti semula. Bersih. Satu hal penting yang tidak boleh dilakukan si ibu adalah : BERBELANJA!!!
Hmmm.... ini salah satu episode Oprah yang menarik buat saya. Bagaimana shopping bisa menjadi therapy dalam menyelesaikan masalah atau menghilangkan beban. Tapi kalau ujung-ujungnya seperti ibu ini?? Du'h ngeri banget!
Barang yang ditumpuk memenuhi isi rumah dari mulai ruang tamu hingga teras belakang, garasi hingga dapur!!!
Suaminya bercerita, apabila berbelanja ke toko dan melihat ada tulisan " sale " seperti ada magnit yang menarik si istri kedalam dan berbelanja habis-habisan.
Membeli payung dalam beberapa warna karena harganya yang murah, hadiah ulang tahun (padahal dia sendiri belum tahu kapan hadiah tersebut akan diberikan), bertumpuk-tumpuk kleenex, jaket kulit, dll.
Saat tumpukannya dibongkar, banyak hal mengerikan yang terjadi. Misalnya disalah satu tumpukan tersebut ditemukan beberapa kardus pasta yang sudah berjamur dan merusak karpet *yuck!.
Setelah berkonsultasi dengan therapist barulah ketahuan bahwa si ibu melakukan hal tersebut karena ia merasa hampa. Setelah saudaranya meninggal dunia dan anak-anaknya sudah beranjak dewasa dan meninggalkan rumah. Ia merasa berbelanja bisa 'mengisi' kehampaan tersebut.
Karena kondisi rumah yang tidak keruan, membuat si ibu tidak pernah lagi menjamu tamu, membuat acara keluarga bahkan terakhir kali cucunya menginjak rumahnya adalah 6 tahun yang lalu!. Dia malu karena kondisi rumahnya yang berantakan.
Oleh Oprah, si ibu dipertemukan dengan seorang Organizer Expert yang membantunya memilah-milah barang yang bertumpuk tersebut. Tumpukan barang tersebut dipisahkan kedalam empat bagian : Trash (dibuang), Keep (disimpan), Donate (disumbangkan), Sell (dijual).
Perlu kebesaran hati dari si ibu untuk melepaskan dirinya dari tumpukan barang tersebut. Saya melihat bagaimana siibu berargumentasi dengan si Expert dalam memutuskan berapa banyak barang yang akan dia simpan. Sayang rasanya melepas barang tersebut.
Seteah 8 minggu semuanya selesai. Rumah kembali seperti semula. Bersih. Satu hal penting yang tidak boleh dilakukan si ibu adalah : BERBELANJA!!!
Hmmm.... ini salah satu episode Oprah yang menarik buat saya. Bagaimana shopping bisa menjadi therapy dalam menyelesaikan masalah atau menghilangkan beban. Tapi kalau ujung-ujungnya seperti ibu ini?? Du'h ngeri banget!
Subscribe to:
Posts (Atom)