Monday, December 7, 2009

Liburan (day-4)

Pertanyaan pertama yang saya ajukan pada tour guide saya " Hari ini kita ga ke istana lagi kan? ga ke kuil-kuil lagi kan? saya boleh pake celana pendek kan? " Langsung dijawab " boleeehh... ". Hurraaa.... saya turun sarapan sambil dengan memakai atasan tanpa lengan, celana sedengkul dan flat shoes. Hari ini kita akan siap-siap belanja. Yaa.. B.E.L.A.N.J.A....

Tujuan pertama adalah pusat pengolahan madu. Disini dijual madu asli, bee pollen atau susu madu dan juga sari bunga. Dengan harga satu paket senilai sekitar 5000 bath. Saya memilih skip berbelanja disini. Lucunya, yang memberikan presentasi ditempat ini adalah seorang Thailand yang beragama Islam, pernah kuliah di IAIN Syarif Hidayatullah (dekat rumah saya) dan pernah mengontrak rumah diwilayah Ciputat. Istrinya pun seorang Betawi asli. Pantas saja bahasa Indonesianya lancar banget!

Dari tempat pengolahan madu, kami menuju tempat makan siang. Lokasinya disebuah hotel bintang 5 tapi suasananya agak suram. Katanya ini termasuk hotel tua di Bangkok. Seperti biasa makanannya Thom Yam, nasi goreng khas Thailand. Tapi yang paling menarik adalah saya mencicipi beberapa kue khas Thailand. Kue ini sudah berkali-kali saya tonton di TV kabel (Discovery Travel & Living). Akhirnya kesampaian juga saya makan kue-kue tersebut. Favorit saya kue berasnya. Enak!

Sebelum belanja, kita mengunjungi Siam Ocean World dulu. Agak-agak miriplah dengan Seaworld kita tapi agak keren sedikit menurut saya. Serunya Ocean World ini terletak di basement sebuah mall besar di Bangkok yang bernama Siam Paragon. Setelah membayar tiket masuk (maaf saya ga tau berapa harganya, karena ini masih bagian dari tour kami) kami diberi sticker yang harus ditempel dibaju setelah itu kita memasuki wilayah " bawah laut ". Oh ya, sebelumnya kita foto dulu dengan latar belakang bawah laut. Tapi foto gratis tersebut malah lupa kita tebus waktu keluar dari Siam Ocean World @#$%^&*!!!!

Yang menarik perhatian saya adalah mobil chevrolet yang diisi air dan dijadikan akuarium, lalu ada juga kulkas, microwave, TV dan lemari tempat penyimpanan wine. Saya bisa memotret seekor penyu yang sedang bengong atau pinguin lincah yang mengikuti kemana tangan saya bergerak. Hal lain yang menarik, saat berada didalam tunnel (tapi ga ada ban berjalannya seperti di Indonesia), saya bisa memotret seekor ikan hiu besar yang sedang berenang pelan. Besaaaaarr banget. Sebelum keluar, kita foto-foto dulu didepan sebuah akuarium besar yang merupakan akuarium tempat pertunjukkan memberi makan ikan hiu. Diperjalanan keluar ada beberapa tabung yang berisi ikan-ikan aneh yang belum diklasifikasikan jenisnya. Bentuknya aneh-aneh.

Setelah puas didunia bawah laut. Kami naik kedunia " nyata ". Apalagi kalau bukan shopping! Kami memasuki Siam Paragon. Mirip-mirip deh dengan mall yang ada di Jakarta. Tetapi ada beberapa brand yang tidak masuk Indonesia. Sebagian rombongan berbelanja, sebagian lagi memilih duduk disebuah kedai kopi, sepupu saya memilih duduk di sebuah cafe internet. Sementara saya??? bolak-balik WC akibat kebanyakan makan salad mangga atau salad pepaya. Atau salad apapun jenisnya yang selalu menghiasi makan saya selama saya ada di Bangkok ini. Dengan kombinasi rasa manis-asam-pedas yang membuat kita susah untuk berhenti mencicipinya. Akibatnya, perut saya mulai berontak!!!!

Puas 'bertengger' di WC saya kembali kerombongan karena kami akan menuju MBK lagi. Di bis tour, saya dan Vera bosan dengan MBK dan merencanakan 'pelarian' kami ke mall yang lain. Sesampainya di MBK saya langsung bertanya pada tour guide saya kemana arah ke Dreamworld. Awad (tour guide kami) mengajarkan kami naik Skytrain menuju tempat yang dimaksud. " Dari terminal didepan MBK naik kearah Siam Stadium lalu turun, pindah jalur kearah On Nut naik lagi dan langsung turun distasiun berikutnya ". Awad malah tidak menyarankan kami naik taksi " nanti kalian diputar-putar jadinya, naik skytrain aja lebih cepat ".

Kami langsung menuju terminal yang terletak didepan MBK. Membeli karcis skytrain melalui mesin karcis dengan membayar 20 bath lalu kami naik ke peron. Seperti yang diajarkan Awad kami sampai di Dreamworld. Kesan saya tentang Skytrain? seperti yang sudah saya ceritakan di cerita pertama (day-1), terminalnya sangat bersih dan tidak ada coreta-coretan tangan nakalnya. Ada beberapa toko diterminal tersebut. Dan petunjuknya pun sangat jelas. Karena letak mall didaerah tersebut berdekatan, petunjuknya dibuat sedemikian detail. Sekali lagi, kalau aja di Jakarta ada skytrain ini....

Di Dreamworld kami langsung menuju Naraya, karena sepupu saya hendak membeli oleh-oleh untuk keluarganya di Padang sana. Saya juga sempat membelikan suami saya botol karet air panas. Lumayan buat ngmpres-ngompres perut kalo sedang masuk angin. Setengah jam berbelanja, kami kembali ke MBK dengan skytrain. Sempat putar-putar MBK sebentar sampai akhirnya saya memilih duduk karena kelelahan. Lucunya saat saya sedang istirahat, saya didatangi oleh research team MBK yang meminta saya mengisi angket. Hadiahnya? sebuah tas belanja. Lumayaaann....

Selesai shopping kami makan malam. Menu hari ini steamboat, nama restaurannya Yen Yen Suki. Akhirnya saya dapat juga sup Thom Yam ayam yang paling yummy selama saya ada di Bangkok ini.

Malam harinya kami mulai membereskan koper. Malam ini adalah malam terakhir di Bangkok. Semua belanjaan kami, pakaian kotor harus disusun rapih didalam koper. Sebelum tidur, tour leader kami masih sempat berkeliling ke tiap kamar peserta sambil membawa timbangan. Siapa tahu ada yang overweight. Untungnya walaupun saya bawa koper besar, masih dalam ambang normal 21 kg. Katanya SQ masih memperbolehkan hingga 25 kg.

Liburan (day-3)

Tujuan hari ini lagi-lagi ke istana. Padahal saya udah cukup gerah memakai celana panjang terus. Tapi berhubung mau ke istana, ga boleh pakai celana pendek. Kembali saya pakai celana panjang.

Istana yang saya kunjungi kali ini adalah istana milik raja Chulalongkorn atau Rama V atau raja ke-5 Thailand. Raja ini memiliki istri lebih dari 30 orang dan ratusan anak. Kalau pernah nonton film Ana & The King yang dibintangi Jodie Foster dan Chow Yun Fat. Nah film itulah yang menggambarkan mengenai kehidupan raja ini. Padahal kata tour guide saya, film tersebut dilarang diputar di Thailand.

Istananya terbuat dari kayu jati yang berbentuk rumah panggung. Kesan pertama saya?? sangat terawat. Duh kalo aja Indonesia bisa kaya begini. Sebelum memasuki istana, kita harus meninggalkan tas yang kita bawa. Mengambil foto pun tidak boleh. Jangan sampai ketahuan membawa kamera, bisa disita. Makanya foto-foto saya disitu hanya dibagian taman diluar istana saja. Sebelum memasuki kawasan istana, kita harus memasuki sensor dulu. Selesai disitu? belum! Setelah itu kita masih harus diperiksa dengan cara diraba-raba oleh penjaga museum. Yang cowo diperiksa penjaga cowo demikian sebaliknya.

Saat saya dan rombongan memasuki istana, bersamaan dengan murid-murid sekolah SD milik pemerintah Thailand. Yang lucu, semua potongan rambutnya seperti Cuplis difilm boneka si Unyil. Yaitu botak dan hanya menyisakan sedikit dibagian atas kepala. Memang seperti itulah potongan rambut murid sekolah rakyat. Sementara murud perempuan memiliki potongan rambut bob sekuping.

Yang pertama saya masuki adalah aula besar. Ada foto raja dengan istrinya. Menurut cerita hanya istri pertama dan kedua saja yang paling disayang oleh raja. Ada pula foto para istri-istrinya dengan pakaian kebesaran yang kuno. Lucunya semua istri atau mungkin para wanita Thailand masa itu memiliki rambut cepak. Oiyah, salah istri raja Chulalongkorn ada yang berasal dari Dago, Bandung!!!

Ruangan-ruangan lain ada yang khusus digunakan untuk menyimpan pedang koleksi raja, senapan koleksi raja. Ruang penyimpanan keramik karena raja ini mendapatkan pendidikan di Eropa. Maka koleksi keramik dan kristalnya didominasi dari kristal dan keramik Eropa. Ada ruangan yang menyimpan foto-foto beliau, termasuk foto saat beliau belajar di Eropa. Ada ruangan tempat beliau menerima tamu, ruang makan. Ruangan tempat beliau berbisnis. Ruang berkumpul anak-anak. Kamar tidur hingga kamar mandi. Semuanya terawat dengan baik. Ada beberapa ruangan yang tidak memperbolehkan kita masuk. Tetapi sekilas saya melihat semuanya sangat terawat. Berhubung istana tersebut terbuat dari kayu jati, termasuk juga lantainya. Sebelum memasuki istana. kami diminta melepas sepatu dulu dan menitipkannya ditempat penitipan.
Pemerintah Thailand juga merapihkan istana tersebut tanpa merubah bentuk aslinya dengan menambahkan beberapa lubang AC dilantai. Tapi bukti sewaktu Thailand sedang berperang dengan Birma dimana pasukan Birma pernah membom istana tersebut tidak diperbaiki sebagai bukti sejarah. Makanya ada beberapa atap museum ada yang rusak akibat perang.

Dari istana kami mengunjungi pusat permata Thailand. Sewaktu kami baru sampai kami mendapat softdrink sebagai welcme drink. Lalu kami menonton film tentang batu-batu permata Thailand dengan dinarasi dalam bahasa Indonesia. Setelah menonton film 7 menit itu kami masuk kedalam. Pertama kali kami melihat bagaimana batu-batu permata mentah digosok dan dijadikan batu yang sudah jadi dan bisa disematkan pada perhiasan. Masuk lagi kedalam, isinya seperti toko emas. Ada berbagai bentuk dan macam perhiasan yang dihias dengan berlian, ruby, amethys hingga zircon. Ada kejadian lucu disini, sewaktu saya dan sepupu saya memasuki wilayah berlian, kami dilarang oleh salah satu penjual dan meminta kami ke wilayah yang lain yang bukan berlian " Please go over there, this is for diamond ". @#$%^&*!!!!

Karena dilarang masuk ke wilayah berlian (sekilas saya memandang yang memasuki wilayah berlian hanya orang-orang tertentu saja yang memang kelihatan ' mahal'. Ok lah, saya dan sepupu saya pindah ke bagian yang menjual mutiara dan giok. Hasilnya? saya membeli sepasang anting mutiara, leontin dan cincin giok serta sebuah gelang dari batu-batuan.

Dari sini kita makan siang dulu. Saya lupa nama restaurantnya. Tetapi yang saya ingat, ayam bungkus daun pandannya endaaaaaannngg....

Selesai makan, tujuan kita adalah Reclining Buddha atau patung Buddha berbaring sepanjang 45 meter yang terbuat dari emas dengan mata yang terbuat dari mutiara. Untungnya disini kita boleh berfoto.

Setelah makan kita sampai di shopping time!!!
Tujuannya? MBK yang semalam kita masuki. Saya, sepupu dan tante langsung melipir masuk dan berkeliling MBK. Dari mulai jaket rajut, kaos-kaos masuk dalam daftar belanja saya. Kesan saya tentang MBK seperti ITC di Jakarta. Sama seperti tempat-tempat sebelumnya, kemampuan menawar kita harus abis-abisan. Kalkulator menjadi senjata utama disini karena tidak semuanya bisa berbahasa Inggris. Kalau kita menanyakan harga sebuah barang, mereka akan menunjukkan harganya dengan kalkulator. Kita bisa membalas dengan menunjukkan harga yang kita mau dengan kalkulator. Tawar setengahnya lalu pertahankan. Ini tips yang saya dapat dari seorang teman yang sering berbelanja ke Bangkok.

Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 17.30. Saatnya makan malam. Kali ini makan malam kita ada di Bang Na dimana kita akan makan malam direstaurant seafood terbesar didunia dan tercatat di Guiness Book of Record. Katanya restaurant tersebut menempati lahan sebesar 12.000 m2 dengan 5.000 orang staff. Beberapa waiter / waitress melayani kami dengan sepatu roda. Ada juga pertunjukkan dimana seorang pelayan melintasi kolam yang ada ditengah restauran dengan kawat sambil membawa sup panas yang masih mengepul. Ini bukti betapa besarnya restauran ini. Cuma, berhubung restaurant ini terletak agak jauh dari pusat kota Bangkok sehingga makan malam kami hari ini agak telat. Belum lagi karena macett!!! Olala... macetnya Bangkok sama loh kaya Jakarta!


Liburan (day-2)

Hari ini tour dimulai dengan menuju sebuah kuil yang menurut saya baguuuuuss banget. Saya dan anggota rombogan berfoto-foto di kuil tersebut. Setelah itu kami menuju sebuah dermaga di sungai Chao Praya untuk menuju Wat Arun. Menurut tour guide saya, sungai Chao Praya ini adalah sungai yang dijadikan sarana transportasi oleh masyarakat Thailand. Saya juga menemukan beberapa perahu yang sengaja dijadikan perahu wisata bahkan dijadikan restaurant terapung. Mendekati Wat Arun, perahu kami berhenti disebuah kuil kembali. Kami membeli sebungkus roti dan memberikan makan ikan-ikan yang hidup disekitar dermaga tersebut. Ikan-ikan patin sepanjang tangan atau kaki orang dewasa dengan sigap memakan roti yang kami lemparkan. Selain ikan patin hitam, ada juga ikan patih putih. Menurut cerita apabila ikan patin putih tersebut memakan roti yang kita lemparkan, maka kita akan selalu sejahtera dan beruntung. Amiiiinn...
Masyarakat yang hidup disepanjang sungai ini juga tidak berani menangkap dan memakan ikan tersebut. Mereka menganggap ikan yang hidup di sekitar kuil ini sebagai ikan suci dan mereka, takut kualat!!!!!

Di Wat Arun kami melihat kuil besar yang dilapisi porselen. Tour guide kami meminta kami berhati-hati dalam menaiki kuil ini, Dengan anak tangga yang kecil dan curam, saya memutuskan hanya mampu menaiki 1/3 dari kuil ini. Repot kalau bisa naik tapi ga bisa turun :-))
Kata tour guide kami, kuil ini didominasi budaya Cina, karena porselen yang ditempelkan disekujur kuil ini adalah perselen dengan budaya Cina.

Di Wat Arun juga ada tempat berbelanja. Lucunya para pedagang disana bisa berbahasa Indonesia. Ini bukti bahwa para shopaholic disini didominasi oleh orang Indonesia. Istilah seperti " cape deeeehh " juga diketahui para pedagang ini, lengkap dengan gayanya menempelkan tangan didahi.

Selesai dari Wat Arun, kembali kami naik ke perahu menuju dermaga tempat bus kami menunggu. Setelah itu kami menuju restaurant di S.D Avenue hotel untuk makan siang. Makan siang kali ini baru terasa nikmat, masalahnya perut sudah benar-benar terasa lapar karena terakhir saya makan adalah saat breakfast di hotel.

Soal makanan bisa dibilang tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Saya sering makan-makanan peranakan yang nyaris sama dengan makanan yang saya temui di Bangkok ini. Hari ini favorit saya? Ayam yang ditumis dengan bawang bombay dan kecap dan dicampur dengan kacang mede :-))
Sayang disini, nasi gorengnya dicampur dengan babi.

Selesai makan siang, kami menuju Grand Palace atau istana raja Thailand. Untungnya sehari sebelumnya, tour guide kami meminta kami mengenakkan pakaian yang sopan karena akan berkunjung ke istana. Pakaian tanpa lengan atau celana pendek tidak boleh masuk kedalam istana. Untungnya pihak istana menyediakan sarung atau kemeja untuk pengunjung yang tidak mengenakkan pakaian yang pantas.
Disini saya (lagi-lagi) berfoto-foto diantara bangunan istana yang didominasi warna emas. Ada juga tempat sembahyang dimana terdapat emerald buddha. Tapi kami tidak boleh berfoto didalamnya.
Tidak lupa juga berfoto dengan para penjaga istana ini.

Sorenya kami kembali ke hotel.

Malam hari kami menuju Dreamworld mall dipusat kota Bangkok. Mallnya lebih kurang seperti Mall yang ada di Jakarta. Serunya lagi karena menjelang natal, sudah dipasang pohon natal besar dan juga kebetulan saat itu ada kegiatan kebudayaan Korea. Di mall ini saya berbelanja di sebuah toko bernama Naraya. Kata orang toko Naraya ini banyak didatangi oleh wisatawan Jepang. Dibandingkan toko yang lain, Naraya ini memang paling banyak pengunjungnya. Padahal yang dijual berbagai macam ukuran tas, berbagai macam dompet, sendal, celemek dan lain-lain. Yang unik, barang-barang tersebut dibuat dari kain seperti buatan rumahan.
Dari toko Naraya kami menuju butik Jim Thompson tempat dijualnya sutra kualitas no. 1 dari Thailand. Harganya? sudah pasti mahal lah...

Makan malam kami hari ini di Dreamworld mall disebuah restaurant bernama Shee Fah. Masakannya enak semua. Nasi gorengnya, ayamnya, sup thom yamnya yummy semua. Om saya pelanggan setia restaurant ini setiap kali beliau pergi ke Bangkok. Bulan November saja, dia sudah 3 kali mengunjungi Bangkok dan tidak lupa mempir untuk makan disini.

Berhubung malam ini kami " keluar " dari acara tour, maka selesai makan malam kami menuju Maboonkrong atau MBK dengan Skytrain. MBK ini juga merupakan pusat belanja yang diomongin orang-orang pernah ke Bangkok. Sayangnya saat sampai di MBK banyak toko sudah tutup, padahal jam baru menunjukkan waktu jam 21.10. Entah mereka memang taat peraturan yang mengharuskan tutup toko jam 21.00 atau hal lainnya.

Sebelum balik ke hotel kami pulang ke hotel tempat om saya tinggal. Beliau tinggal di Grand Sukhumvit hotel di tengah Bangkok. Dari MBK kami naik skytrain melewati 3 stasiun dan turun di deket hotel tersebut. Tadinya jalan kaki dari terminal skytrain tersebut menuju hotel hanya sekitar 5 menit, tapi berhubung kami mau kembali melihat-lihat dunia malam Bangkok kami mengambil jalan memutar. Saya lupa nama jalannya, tapi disepanjang banyak pub-pub yang ramai dikunjungi tamunya yang mayoritas bule-bule. Para pelacur menjajakan diri dengan pakaian super minim. Berkali-kali kami bertemu dengan para bule yang menggandeng 1-3 cewek lokal berpakaian minim. Belum lagi yang berciuman dengan hot dipinggir jalan. Masih ditambah lagi dengan beberapa penjual makanan pinggir jalan, penjual baju dan para pengemis yang menambah semarak jalan tersebut. Oh ya, saya sempat beberapa kali menemui penjual makanan yang menjual kecoa goreng, kalajengking, belalang hingga ulat goreng yang berjualan dengan gerobak besar.
Sebelum memasuki hotel kami masuk ke & Eleven supermarket yang menjamur diseluruh Bangkok. Beli minuman dingin dulu, lumayan jalannya rada jauh.

DAri Grand Sukhumvit hotel balik ke hotel kita (Swissotel Le Concorde) naik taksi 65 bath.



Liburan (day 1)

Tanggal 28 November kemarin saya pergi ke Bangkok dan menghabiskan waktu liburan 5 hari saya disana. Kesan saya tentang Bangkok? Hampir sama dengan Indonesia! Macetnya. Bedanya? Saya suka Skytrain yang ada di Bangkok. Saya juga sempat menyempatkan diri mondar-mandir naik skytrain tersebut. Agak norak juga, mengingat ga ada Skytrain di Indonesia. Mau naik busway? kecuali saat sepiiiiiii saya baru mau naik busway! Nunggunya itu loh ga tahan!!

Saya didrop hubby kerumah om saya di Rawamangun hari Jumat malam. Membereskan koper dan barang yang mau dibawa juga ngobrol dengan sepupu saya. Tak terasa sudah jam 3 pagi dan saya harus segera mandi mengingat kami harus naik pesawat SQ tujuan Singapura terlebih dulu.
Perjalanan menuju Singapura masih didominasi dengan obrolan dengan sepupu saya. Sementara penerbangan Singapura - Bangkok? saya tertidur mengingat saya belum memejamkan mata sejak semalam. Saya bangun hanya pada saat pramugari membagikan makanan :-))

Sampai di Bangkok dan selesai dengan urusan imigrasi, bis tour kami sudah siap sedia. Tujuan pertama?? Makan dulu!!!! Huaaaa.... makan lagi? soalnya perjalanan Jakarta - Singapura saya sudah makan nasi goreng di pesawat. Juga dalam perjalanan Singapura - Bangkok, SQ memberikan kami makan lagi (saya makan omelet). Makanya saat Somporn (tour guide kami) bilang " kita makan siang dulu ". Saya langsung lemes....

Memang kami sampai di Bangkok sekitar jam 11 lewat, sudah hampir makan siang memang. Makan siang pertama saya di Bangkok saya lupa nama restaurantnya tapi yang saya inget, saya jatuh cinta dengan Lemon Grass juice. Saya pun minum juice tersebut bergelas-gelas. Rasanya segeeerr....
Selesai makan, karena hari itu hari Sabtu, bus tour langsung menuju Chatuchak weekend market. Ini dia pasar yang sering diomongin orang-orang yang pernah ke Bangkok. Begitu turun saya, sepupu saya dan peserta tour lain langsung masuk kedalam pasar yang hanya buka pada hari Sabtu dan Minggu saja ini. Berbagai oleh-oleh masuk kedalam daftar belanjaan kami. Sebut saja, tempelan kulkas, gantungan kunci, dompet dan tas khas Thai semua saya beli. Dari Chatuchak, rombongan menuju Nopparath resto, apalagi kalau bukan? makan malam!!! padahal jam tangan saya masih menunjukkan waktu jam 6 sore.
Sambil menikmati makan malam kita dihibur oleh pertunjukkan tarian Thailand kayak cerita-cerita pewayangan gitu looohh... saya sih sibuk foto-foto aja, soalnya kostumnya bagus-bagus sih. Tarian tersebut juga dinarasi dengan 4 bahasa. China, Thai, Inggris dan Jepang.

Setelah makan malam (atau makan sore??) kami baru menuju hotel. Hotel kami namanya Swissotel Le Concorde agak diluar pusat kota Bangkok (namanya wilayah Chada). Selesai urusan check in kami kembali berkumpul di lobby hotel dan bersiap-siap menuju SuanLum Night market. Jadi kalau siang harinya kita belanja di pasar yang hanya buka hari Sabtu dan Minggu, malam harinya kita berbelanja dipasar yang hanya buka di malam hari. Belanjaannya?? selain belanja untuk diri sendiri, oleh-oleh juga bisa dibeli disini.

Sebelum pulang menuju hotel, supir bus tour kami mengajak kami berputar-putar Bangkok menikmati Bangkok diwaktu malam. Ternyata.... banyak tempat jajan pinggir jalannya!!!!!

Thursday, November 19, 2009

Lebih mandiri

Boss saya yang sekarang berbeda 180 derajat dengan boss saya yang dulu. Boss yang dulu, secara dia British, gayanya aristokrat banget. Istilah minum teh ala Inggris benar-benar diterapin sama dia. Hiburannya? kalo engga main golf, weekend dia habiskan minum teh dengan teman-temannya di hotel atau restaurant mahal. Mintanya tuh ga pernah yang aneh-aneh. Kalau menjelang weekend, palingan cuma minta " bookingin lapangan golf ini " atau " tolong booking di restaurant ini di hotel ini, saya mau undang teman-teman saya minum teh hari Sabtu sore ".

Nah begitu boss saya ganti jadi si Aussie ini. Bedaaaaaa banget. Pertama usianya lebih muda dari si British. ga muda-muda banget siih, mereka beda umur 6 tahun lebih muda si Aussie. Kedua, si Aussie ini lebih " gila-gilaan ". Kalau dulu saya cuma booking lapangan golf atau restauran. Dengan si Aussie ini lebih heboh lagi. Cariin track buat dia main motor trail, bengkel Ducati, Harley, perlengkapan trail, ini-itu yang jelas-jelas bagai bumi dan langit dengan si British.

Urusan makan juga lebih gampang Aussie ini. Saya sempat takjub waktu pertama kali si Aussie bilang " I want nasi with rendang! ". Sementara dulu, boss British saya sempat diare waktu dia makan rendang. Ternyata, makin lama perut si Aussie lebih meng-Indonesia lagi. Nasi with kari, nasi goreng, nasi uduk atau nasi kuning dari tumpengan bisa dia telan tanpa banyak komentar.

Si Aussie juga sangat mandiri dibandingkan si British. Urusan beli kopi Starbucks yang lokasinya berbeda gedung dengan gedung kantor kita, dilakoninya sendiri. Kalau dulu si British dulu minta kopi, artinya saya harus menyuruh office boy / girl untuk membelikannya. Tapi si Aussie? kalau mau kopi, dengan santai dia melenggang ke gedung sebelah. Jauh lebih mandiri.... hihihihi

Lalu masalah terjadi hari ini. Boss Aussie saya terjebak di gedung sebelah tidak bisa pulang. Kenapa??? hujan deras soalnya!!! Duh si boss, padahal tadi sempat saya tawari dibelikan kopi oleh office boy. Tapi dia tetap keukeuh mau beli sendiri. Kejebak hujan deh :)


Wednesday, November 18, 2009

Kutuan

Jadi ceritanya sekitar 2 minggu yang lalu dihari Sabtu, saya sedang asyik-asyik masak untuk makan siang. Tiba-tiba pembantu saya bilang gini :

P (pembantu) : mbak, anak saya kutuan. Obat pembasmi kutu yang bagus apa ya??
S (saya) : *langsung panik*. Ko bisa kutuan siy???
P : Disekitar rumah saya banyak anak-anak kecil kutuan, anak saya kan main sama mereka.
S : Hati-hati loh, kutuan bisa nular! Nanti saya cariin obat kutunya
P : Maklum deh mbak, kalo keramas kan ga pakai shampoo. Cuma pakai sabun aja.

Hubby yang mendengarkan percakapan ini langsung membisiki saya " besok kalo kamu ke supermarket, beliin aja deh si Rum shampoo yang ukuran besar, biar mereka pakai sekeluarga. Mungkin mereka ga mampu beli shampoo ".

Akhirnya saya pun mencari si obat kutu ini. Obat kutu merk Peditox ternyata sudah menjadi obat yang terlarang untuk dijual. Dari satu supermarket, ke drugstore semuanya bilang " udah ditarik dari pasar mbak ". Makasih ya buat mbak-mbak Century yang menyuruh saya membotaki kepala anaknya pembantu saya dan menyuruh saya menggarisi kepala anak malang itu dengan kapur kecoa dengan harapan kutunya ga muncul lagi. @#$%^&*!!!

Singkat cerita, saya mulai menjelajahi tolo-toko obat pinggir jalan dan mendapatkan Peditox tersebut seharga Rp. 6.000 / botol. Setelah mendapat obat kutu, saya membelikan shampoo keluarga merk Lifebuoy ukuran paling besar untuk si pembantu dan keluarganya.

Besoknya obat kutu dan shampoo saya titipkan ke mama saya berikut pesan-pesan " ma, bilang sama si Rum, kalo mandi keramasin terus anaknya. Suruh potong dulu rambut anaknya, kalo kutuan mendingan suruh berambut pendek aja. Ini obat kutunya, mama kasih tau ya cara pakainya ".

Mama saya pun melanjutkan amanat saya kepada si pembantu. Selesai bekerja, si pembantu dipanggil mama saya

M (mama) : Rum, kata mbak Intan anak kamu kutuan ya?
P (pembantu) : Iya bu
M : Ini obat kutunya, cara pakainya begini.... blablablablabla *mama menjelaskan pemakaian obat kutu kepada si pembantu*
P : Makasih bu, nanti malam saya pakein ke anak saya.
M : Rum, kamu kalau keramas pakai shampoo ga?
P : Pake bu
M : Lho, kamu pakai shampoo apa?
P : Pentin (Pantene)
M : Katanya anak kamu kutuan karena kalau mandi kamu ga pakai shampoo *selidik mama saya*
P : Ooo... iya bu, namanya anak-anak kan kalo mandi sendiri suka sembarangan. Maunya buru-buru aja
M : Ya udah, mbak Intan juga beliin kamu shampoo, kamu pakai ya. Rajin-rajin keramasin anak kamu
P : Makasih bu, eh ko Lifebuoy sih? saya ga cocok pake shampoo ini. Suka ketombean
M : ?????


Friday, November 13, 2009

Udah lama

Udah lama ga nulis, sampe bingung mau nulis apa duluan :(
Mendingan dicampur aja dulu, soalnya ingatan saya udah agak tersendat-sendat nih.

Tentang saya dan hubby :
So standarlaahh... masiy tinggal dirumah yang sama (ya iyalaah..). Masih suka ribut-ribut kecil. Masih suka masakin hubby. Hubby juga masih sibuk sama rubicnya sementara saya sibuk sama Farmville saya.
Oiyah, mohon doanya juga karena hubby lagi (Insya Allah lulus) dipromosi untuk jabatan yang lebih tinggi. Tapi dia dikasih percobaan dulu 3 bulan. Kalau bagus, Insya Allah hubby bakalan naik ke posisi yang lebih tinggi deh. Sekali lagi mohon doanya yaaa...

Tentang saya dan lain-lainnya :
Hmm... beberapa waktu lalu sempet bikin Garage sale dengan para ipar dan sepupu. Lumayanlaahh... seru jualannya, seru juga haha-hihinya. Trus kegiatan kantor juga ga terlalu beda dengan sebelumnya. Sekarang saya masih berusaha menyelesaikan presentasi business plan 2010 yang akan dipresentasikan boss saya kehadapan boss-boss dan owner pemilik perusahaan kita akhir November ini (ini yang paling ngabisin waktu).
Mobilku sempet diserempet orang, tapi Alhamdulillah saya dan hubby ga papa. Cuma mobilnya penyok dikit, tapi udah dibetulin kok :)
Desember ini mau program hamil lagi. Insya Allah sukses! Amiiiiiiinn! *doa yang kenceng*

Segini dulu, ini karena mungkin otak saya udah tersendat-sendat :D