Tanggal 31 Agustus kemarin saya dan hubby merayakan ulang tahun pernikahan ke-8. Saya hanya berharap, saya dan hubby cepat diberikan momongan dan selalu diberikan kebahagiaan oleh Allah. SWT.
Tahun lalu, tepat di tanggal 31 Agustus ini saya kehilangan salah satu eyang saya. Beliau meninggal karena sakit dan dimakamkan di TMP Kalibata. Saya ingat saya hampir pingsan akibat dehidrasi karena panasnya cuaca dan saat itu saya sedang berpuasa. Alhamdulillah saya bisa berpuasa hingga magrib.
Tahun ini seperti biasa tidak ada yang spesial selain karena tanggal 31 jatuh pada hari Selasa. Biasanya kami hanya merayakannya berdua dengan makan malam biasa. Sama seperti makan malam - makan malam sebelumnya. Karena menurut hubby bukan perayaannya. Tetapi bagaimana kita menyikapi usia pernikahan yang semakin bertambah ini.
Saya merasa pernikahan kami berjalan lancar-lancar saja. Pasang surutnya, marah-marahnya, ga teguran pasti ada. Tapi kebahagiaan, kegembiraan dan kenyamanannya juga tiada henti. Happy 8th Wedding Anniversary dear hubby. I love you more and more each day!
Friday, September 3, 2010
Tour rumah sakit
Entah kenapa bulan Agustus kemarin saya melaluinya dengan tour di beberapa rumah sakit. Sebut saja : omnya suami yang terbaring di ruang ICCU RS Siloam Gleneagles Karawaci, adik yang operasi jantung di RS Jantung Harapan Kita dan sepupu yang harus operasi miom di rahimnya di RS Bhinneka Bakti Mulia Pd. Cabe.
Semua terjadi bulan Agustus kemarin. Itu belum termasuk ibunya kakak ipar saya yang masuk RS Pondok Indah karena jatuh. Saya ga sempat nengok karena masih sibuk ngurus adik dan kakak ipar bilang bahwa mamanya jangan dibesuk terlalu banyak orang karena tekanan darahnya masih belum stabil.
Akhirnya adik saya pun berangsur-angsur sembuh, sepupu masih berjuang dengan hasil operasinya, ibunya kakak ipar saya pun juga berangsur-angsur sehat. Sementara omnya suami meninggal dunia tanggal 1 September lalu. Innalillahi wa innailaihi rojiuuuunn......
Sekarang kita sudah memasuki bulan September, sebentar lagi lebaran. Insya Allah bukan September ini semuanya menjadi normal. Yang sakit segera disembuhkan oleh Allah SWT. Saya cuma berharap tidak ada lagi tour rumah sakit seperti kemarin. Amiiin...
Semua terjadi bulan Agustus kemarin. Itu belum termasuk ibunya kakak ipar saya yang masuk RS Pondok Indah karena jatuh. Saya ga sempat nengok karena masih sibuk ngurus adik dan kakak ipar bilang bahwa mamanya jangan dibesuk terlalu banyak orang karena tekanan darahnya masih belum stabil.
Akhirnya adik saya pun berangsur-angsur sembuh, sepupu masih berjuang dengan hasil operasinya, ibunya kakak ipar saya pun juga berangsur-angsur sehat. Sementara omnya suami meninggal dunia tanggal 1 September lalu. Innalillahi wa innailaihi rojiuuuunn......
Sekarang kita sudah memasuki bulan September, sebentar lagi lebaran. Insya Allah bukan September ini semuanya menjadi normal. Yang sakit segera disembuhkan oleh Allah SWT. Saya cuma berharap tidak ada lagi tour rumah sakit seperti kemarin. Amiiin...
Arah positif
Abis ngobrol sesuatu yang positif dengan seorang teman pertengahan Agustus lalu. Dia membuka mata saya lebar-lebar tentang banyak hal. Tentang hidup, tentang bisnis onlennya dia, tentang ini-itu yang ga pernah kepikiran oleh saya sebelumnya.
Setelah ngobrol sama dia saya jadi semangat. Dan saya punya banyak hal yang mau saya kerjakan. Ayo Semangat!!!!!!!
Setelah ngobrol sama dia saya jadi semangat. Dan saya punya banyak hal yang mau saya kerjakan. Ayo Semangat!!!!!!!
Friday, August 13, 2010
Sakit
Beberapa minggu lalu saya berpetualang dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya.
Ke Siloam Gleneagles waktu oomnya hubby dirawat di ICCUnya akibat masalah jantung. Kasian banget, karena saya mengenal oomnya hubby ini sebagai orang yang sangat kharismatik. Saya inget dulu waktu menikah, saat lagi ngeliat foto-foto pernikahan, saya bilang ke hubby " oom kamu yang ini kharismatik banget ya ". Sekarang kita ngeliat dia terbaring ga berdaya diruang ICCU. Duh emang bener ya kata orang, sehebat-hebatnya seorang manusia, saat dia sakit. Dia akan tidak berdaya. Cepat sembuh ya oom...
Ke RS Harapan Kita waktu adik saya operasi jantung. Ini pengalaman pertama saya nginep (dalam rangka berjaga) dirumah sakit. Alhamdulillah saya juga belum pernah masuk RS *Alhamdulillah wa Syukurillah* jadi kali ini nginep di RS dalam rangka adik yang baru operasi jantung.
Kita berangkat hari Jumat pagi (saya ambil cuti hari itu) lalu adik masuk ruang operasi jam 13.00. Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan adik masuk ICU 1x24 jam. Malamnya saya memutuskan untuk jaga barengan hubby dan suami si adik. Mama-Papa dipulangin kerumah. Hari Sabtu siang si adik pindah ke ruang Intermediate, malamnya saya memutuskan ga pulang lagi. Sialnya.... lagi-lagi saya lupa bawa jaket. Sementara ruang tunggu Intermediate ini lebih dingin dari ruang tunggu ICU dengan keluarga penunggu yang lebih banyak. Akhirnya malam harinya saya dan hubby sibuk mencari kapling untuk tidur dan ternyata.... dibawah lubang AC!!!! Jadi jangan ditanya dinginnya kayak gimana -_-"
Lesson learnt lagi, kalau mau nginep gini, selain bawa jaket jangan lupa juga bawa kaos kaki!!!!
Setelah dua malam berjaga di RS saya ngerasa saya yang mulai down with flu :(
Mana mau mulai puasa, mana pilek.... duh saya ga berhenti-berhenti minum obat dan menjaga asupan vitamin.
Insya Allah cepat sembuh sakit saya... *Amin*
Ke Siloam Gleneagles waktu oomnya hubby dirawat di ICCUnya akibat masalah jantung. Kasian banget, karena saya mengenal oomnya hubby ini sebagai orang yang sangat kharismatik. Saya inget dulu waktu menikah, saat lagi ngeliat foto-foto pernikahan, saya bilang ke hubby " oom kamu yang ini kharismatik banget ya ". Sekarang kita ngeliat dia terbaring ga berdaya diruang ICCU. Duh emang bener ya kata orang, sehebat-hebatnya seorang manusia, saat dia sakit. Dia akan tidak berdaya. Cepat sembuh ya oom...
Ke RS Harapan Kita waktu adik saya operasi jantung. Ini pengalaman pertama saya nginep (dalam rangka berjaga) dirumah sakit. Alhamdulillah saya juga belum pernah masuk RS *Alhamdulillah wa Syukurillah* jadi kali ini nginep di RS dalam rangka adik yang baru operasi jantung.
Kita berangkat hari Jumat pagi (saya ambil cuti hari itu) lalu adik masuk ruang operasi jam 13.00. Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan adik masuk ICU 1x24 jam. Malamnya saya memutuskan untuk jaga barengan hubby dan suami si adik. Mama-Papa dipulangin kerumah. Hari Sabtu siang si adik pindah ke ruang Intermediate, malamnya saya memutuskan ga pulang lagi. Sialnya.... lagi-lagi saya lupa bawa jaket. Sementara ruang tunggu Intermediate ini lebih dingin dari ruang tunggu ICU dengan keluarga penunggu yang lebih banyak. Akhirnya malam harinya saya dan hubby sibuk mencari kapling untuk tidur dan ternyata.... dibawah lubang AC!!!! Jadi jangan ditanya dinginnya kayak gimana -_-"
Lesson learnt lagi, kalau mau nginep gini, selain bawa jaket jangan lupa juga bawa kaos kaki!!!!
Setelah dua malam berjaga di RS saya ngerasa saya yang mulai down with flu :(
Mana mau mulai puasa, mana pilek.... duh saya ga berhenti-berhenti minum obat dan menjaga asupan vitamin.
Insya Allah cepat sembuh sakit saya... *Amin*
Sukabumi part-2
Dari trip Sukabumi kemarin saya banyak belajar. Kalau dalam pernikahan itu butuh tenggang rasa. Baru mau menjalin tali silaturahmi sudah butuh tenggang rasa diawal begitu pun seterusnya.
Ada hal lain lagi yang diperlukan soal pesta. Mbok yaaaa.... kalo dana ga ada ga ada, jangan maksain pesta mewah. Yang penting dikenang dan diomongin yang baik-baiknya.
Jangan diomongin yang negatifnya.
Kasian juga liat tante saya, sepupu saya. Kita semua ga berhenti ngomongin semua masalah negatif di pesta pernikahan kemarin. Kasian.....
Syukur Alhamdulillah semua berjalan lancar.
Malamnya kepulangan saya ke Jakarta sempat tertunda. Ada mobil sepupu yang mogok. Dua kali ke Sukabumi ga pernah saya rasain dinginnya. Tapi malam itu, Sukabumi dingin banget plus ditambah hujan. Sementara saya ga prepare jaket, hanya kaos lengan panjang, legging plus selembar pashmina. Lesson learnt : kalau mau kedaerah yang dingin, lain kali bawa sweater atau jaket.
Ada hal lain lagi yang diperlukan soal pesta. Mbok yaaaa.... kalo dana ga ada ga ada, jangan maksain pesta mewah. Yang penting dikenang dan diomongin yang baik-baiknya.
Jangan diomongin yang negatifnya.
Kasian juga liat tante saya, sepupu saya. Kita semua ga berhenti ngomongin semua masalah negatif di pesta pernikahan kemarin. Kasian.....
Syukur Alhamdulillah semua berjalan lancar.
Malamnya kepulangan saya ke Jakarta sempat tertunda. Ada mobil sepupu yang mogok. Dua kali ke Sukabumi ga pernah saya rasain dinginnya. Tapi malam itu, Sukabumi dingin banget plus ditambah hujan. Sementara saya ga prepare jaket, hanya kaos lengan panjang, legging plus selembar pashmina. Lesson learnt : kalau mau kedaerah yang dingin, lain kali bawa sweater atau jaket.
Wednesday, July 21, 2010
Sukabumi Trip (omel-omelan)
Sukabumi Trip ini adalah yang ke-2 kalinya. Pertama kalinya dulu waktu proses melamar (sekitar bulan April). Dan kali ini adalah proses pernikahannya.
Sejak awal urusan ini jadi masalah yang diomongin sama seluruh keluarga besar saya. Dari pihak keluarga calon mempelai wanita yang tidak ada tenggang rasanya dengan keluarga kami. Bayangkan aja, kami harus menempuh perjalanan 5-6 jam untuk sampai di Sukabumi belum lagi usia tante saya (ibu mempelai pria) yang sudah mencapai 60 tahun lebih. Tanpa mengurangi rasa hormat, kami hanya minta pengertiannya aja. Tidak lebih tidak kurang. Tapi tidak ada respon dari keluarga pihak perempuan. Dan semuanya tanpa alasan yang jelas. Pokoknya akad nikah tanggal 17, dan resepsi tanggal 18. Titik.
Ditanya baik-baik soal baju seragam keluarga tapi tidak ada respon. Padahal keluarga kami hendak membuat semuanya menjadi sesimple mungkin. Dan karena kita tidak segampang itu mau memakai baju sewaan. Apalagi untuk orang tua macam mama saya yang ukuran badannya lumayan gemuk. Daripada nanti mama saya ribut " kesempitan " atau " kelonggaran ". Mendingan dari awal kita bilang tidak memakai seragam. Toh akan mengurangi biaya dari pihak mereka juga. Tapi mereka tidak peduli. Semua pertanyaan kita tidak pernah diberikan respons.
Urusan pernikahan digedung sudah jadi makanan sehari-hari keluarga kita. Saya, adik, kakak sepupu hampir semuanya menikah digedung. Memang sih, jangan samakan antara pernikahan gedung ala Jakarta dan Sukabumi. Tapi plis deh, gedungnya kotor, karpetnya kotor. Padahal pernikahan tersebut bisa menjadi cerminan keluarga si pengantin kan?? Kan malu kalo jadi cemoohan tamu.
Lebih baik pernikahan tersebut diadakan sederhana daripada mau mewah tapi jadinya berantakan. Siapa juga sih yang malu kalau bukan keluarga si pengantin??
Sejak awal urusan ini jadi masalah yang diomongin sama seluruh keluarga besar saya. Dari pihak keluarga calon mempelai wanita yang tidak ada tenggang rasanya dengan keluarga kami. Bayangkan aja, kami harus menempuh perjalanan 5-6 jam untuk sampai di Sukabumi belum lagi usia tante saya (ibu mempelai pria) yang sudah mencapai 60 tahun lebih. Tanpa mengurangi rasa hormat, kami hanya minta pengertiannya aja. Tidak lebih tidak kurang. Tapi tidak ada respon dari keluarga pihak perempuan. Dan semuanya tanpa alasan yang jelas. Pokoknya akad nikah tanggal 17, dan resepsi tanggal 18. Titik.
Ditanya baik-baik soal baju seragam keluarga tapi tidak ada respon. Padahal keluarga kami hendak membuat semuanya menjadi sesimple mungkin. Dan karena kita tidak segampang itu mau memakai baju sewaan. Apalagi untuk orang tua macam mama saya yang ukuran badannya lumayan gemuk. Daripada nanti mama saya ribut " kesempitan " atau " kelonggaran ". Mendingan dari awal kita bilang tidak memakai seragam. Toh akan mengurangi biaya dari pihak mereka juga. Tapi mereka tidak peduli. Semua pertanyaan kita tidak pernah diberikan respons.
Urusan pernikahan digedung sudah jadi makanan sehari-hari keluarga kita. Saya, adik, kakak sepupu hampir semuanya menikah digedung. Memang sih, jangan samakan antara pernikahan gedung ala Jakarta dan Sukabumi. Tapi plis deh, gedungnya kotor, karpetnya kotor. Padahal pernikahan tersebut bisa menjadi cerminan keluarga si pengantin kan?? Kan malu kalo jadi cemoohan tamu.
Lebih baik pernikahan tersebut diadakan sederhana daripada mau mewah tapi jadinya berantakan. Siapa juga sih yang malu kalau bukan keluarga si pengantin??
Tuesday, July 13, 2010
Road Trip
Weekend ini kemungkinan saya akan road trip lagi ke Sukabumi. Sebenarnya karena ada sepupu yang menikah disana, jadilah kita dari Jakarta boyongan kesana.
Kalo sudah soal packing-mempacking, hubby jauh lebih pro dari saya. Selain karena dia lebih sering dapat tugas keluar kantor, hubby jauh lebih telaten daripada saya :D
Dia hanya menyuruh saya menyiapkan handbag beserta isinya. Urusan koper / travelling bag jadi bagiannya. Itupun masih berkali-kali dia ingatkan kesaya. Ini jangan lupa, itu jangan lupa. Kalo road trip begini yang ga boleh ketinggalan adalah obat tolak angin, minyak kayu putih, pashmina dan segepok tissue. Okaaaayyy.... saya gampang masuk angin kalo perjalanan. Bukan rahasia lagi, tolak angin dan minyak kayuputih ada didalam makeup pouch saya. Berbaur dengan lipstick, blush on dan mascara LOL
Urusan road trip ini sebenarnya susah-susah gampang. Sukabumi ditempuh dalam waktu 5-6 jam dari Jakarta (dengan kondisi macet disepanjang Lido dan jalanan yang rusak serta melewati beberapa pasar disepanjang perjalanan). Sebenarnya waktu sepupu saya memutuskan menikah, kami agak kecewa dengan keluarga pacarnya. Bukan apa-apa, tahu bahwa kami harus menempuh perjalanan berjam-jam dari Jakarta, tapi tidak ada tenggang rasanya untuk membuat semuanya menjadi mudah dan simple. Mereka memaksa harus A, B, C, D,.... Z tanpa memikirkan kami yang datang dari Jakarta.
Untung waktu itu kakak sepupu saya bilang " untung bukan elu yang jadi MCnya waktu lamaran kemaren, bisa ngamuk kali elu ya ". Hihihihi.... saya gemas aja. Bisa-bisanya si bapak calon mempelai wanita minta pernikahannya dilangsungkan hari Rabu. HAH??? sementara hampir semua dari kami adalah orang bekerja.
Anywaaaayyy.... Insya Allah road trip akan tetap berlangsung. Buat saya sih, saya nikmatin aja perjalanannya. Bercanda2 dengan para sepupu saya disepanjang perjalanan atau merekam perjalanan tsb dengan kamera pocket digital saya. Sementara mulai hari Kamis, hubby akan mulai packingnya. Agar tidak ada yang tertinggal.
Kalo sudah soal packing-mempacking, hubby jauh lebih pro dari saya. Selain karena dia lebih sering dapat tugas keluar kantor, hubby jauh lebih telaten daripada saya :D
Dia hanya menyuruh saya menyiapkan handbag beserta isinya. Urusan koper / travelling bag jadi bagiannya. Itupun masih berkali-kali dia ingatkan kesaya. Ini jangan lupa, itu jangan lupa. Kalo road trip begini yang ga boleh ketinggalan adalah obat tolak angin, minyak kayu putih, pashmina dan segepok tissue. Okaaaayyy.... saya gampang masuk angin kalo perjalanan. Bukan rahasia lagi, tolak angin dan minyak kayuputih ada didalam makeup pouch saya. Berbaur dengan lipstick, blush on dan mascara LOL
Urusan road trip ini sebenarnya susah-susah gampang. Sukabumi ditempuh dalam waktu 5-6 jam dari Jakarta (dengan kondisi macet disepanjang Lido dan jalanan yang rusak serta melewati beberapa pasar disepanjang perjalanan). Sebenarnya waktu sepupu saya memutuskan menikah, kami agak kecewa dengan keluarga pacarnya. Bukan apa-apa, tahu bahwa kami harus menempuh perjalanan berjam-jam dari Jakarta, tapi tidak ada tenggang rasanya untuk membuat semuanya menjadi mudah dan simple. Mereka memaksa harus A, B, C, D,.... Z tanpa memikirkan kami yang datang dari Jakarta.
Untung waktu itu kakak sepupu saya bilang " untung bukan elu yang jadi MCnya waktu lamaran kemaren, bisa ngamuk kali elu ya ". Hihihihi.... saya gemas aja. Bisa-bisanya si bapak calon mempelai wanita minta pernikahannya dilangsungkan hari Rabu. HAH??? sementara hampir semua dari kami adalah orang bekerja.
Anywaaaayyy.... Insya Allah road trip akan tetap berlangsung. Buat saya sih, saya nikmatin aja perjalanannya. Bercanda2 dengan para sepupu saya disepanjang perjalanan atau merekam perjalanan tsb dengan kamera pocket digital saya. Sementara mulai hari Kamis, hubby akan mulai packingnya. Agar tidak ada yang tertinggal.
Subscribe to:
Posts (Atom)