Friday, April 15, 2011

Membaca buku

Tadi sepulang kantor saya dan hubby mampir ke Bintaro Plaza. Salah satu tempat yang wajib kami kunjungi di mall kecil ini adalah toko buku Gramedia. Entah kenapa kata hubby, kalau belum mampir toko buku rasanya belum afdol. Kalau sudah masuk toko buku saya dan hubby langsung berpisah. Saya biasa berputar dibagian buku masak, novel atau majalah. Sementara hubby ke buku agama, gadget, komik dan majalah. Setengah jam kemudian biasanya kami sudah bertemu lagi. Kadang-kadang saya bawa 1-2 buku, atau hubby bawa 1 buku atau tidak sama sekali. Yang penting sudah cuci mata di toko buku saja, kami sudah puas. Selain itu sekalian hunting buku apalagi yang bakal kita beli nanti ya?? Tadi saya melihat buku Dan Brown yang berjudul Lost Symbol. Saya punya bukunya, tapi belum sempat membacanya. Baru baca beberapa lembar halaman awal saja. Terus terang, semangat membaca saya lagi berkurang akhir-akhir ini. Duluuuu... saya ingat banget, buku-buku setebal Harry Potter episode terakhir atau macam James Patterson (my favorite author!) bisa saya lahap hanya dalam hitungan hari. Biarpun saya pengguna kereta Sudirman Ekspress yang kadang penuhnya amit-amit, saya bisa tenang aja tuh membaca. Sebut saja macam Twilight Saga (4 buku), 3 buku terakhir Harry Potter, buku-buku James Patterson, Sydney Sheldon, 2 buku ES Ito atau berbagai buku chicklit macam Sophie Kinsella dan Meg Cabot saya baca diperjalanan di kereta. Biar bawaan saya udah seabrek-abrek, pasti ada buku didalam tas saya, tidak peduli setebal apapun bukunya. Pokoknya buku sama pentingnya seperti 3 bawaan wajib saya didalam tas : payung lipat, pashmina dan minyak kayu putih!! Lalu gangguan mulai berdatangan, awalnya sewaktu hubby membelikan saya MP3 Player. Saya menggantikan buku dengan mendengarkan lagu favorit saya lewat MP3 sepanjang perjalanan pulang-pergi kantor di kereta. Setelah itu Blackberry. Buku makin terlupakan karena saya lebih asyik membaca atau menulis twitter. Tadi melihat buku Dan Brown tersebut saya jadi merasa berdosa. Kapan ya saya bisa membacanya? Heran deh. Dulu yaaa... waktu Angel and Demon baru terbit dan meledak, saya gatel untuk ikut membeli. Setelah itu saya tuntaskan membacanya. Waktu saya dipinjami seorang teman Harry Potter : Orde of Phoenix (bener ga ga??) saya buru-buru baca (berhubung buku pinjeman). Dan makin memasuki bab-bab terakhir, banyak hal yang membuat saya ga bisa berhenti membacanya (secara saya juga penggemar novel thriller). Hubby saya marah-marah karena, baru sampe rumah saya sudah membaca (belum makan malam, malah kadang-kadang belum ganti baju). Tengah malam yang waktunya tidur, saya masih asyik membaca. Saya jadi pengen balik ke masa addict membaca saat itu :) Sekarang dirumah gangguannya apalagi kalau bukan TV??? Saat ini saya sedang menggemari channel Natgeo Adventure, Discovery atau channel macam AXN dan Fox. Hari libur saya habiskan dengan leyeh-leyeh di atas tempat tidur sambil nonton TV :D Saya tergelitik membaca twitter seorang teman yang sengaja mengambil cuti hanya untuk membaca buku-buku koleksinya yang belum sempat terbaca. Buku bagus plus secangkir kopi. Perfect holiday!!! Saya jadi pengen ikut kayak dia. Mungkin kopinya diganti dengan greentea. Kapan ah, saya juga pengen ambil cuti, pengen baca buku koleksi saya yang belum sempat saya baca, kalau belum sempat baca buku juga, Insya Allah cuti yang saya ambil nanti bisa ngembaliin mood membaca saya :))

Thursday, April 14, 2011

Minum Air Putih

Seorang sepupu kena penyakit radang usut berat awalnya simple, karena dia jarang banget minum air putih. Sepupu saya penggemar berat kopi. Kopi item pula! Katanya kalau ga minum kopi item ga berasa minum kopi. Dan minum kopi item ini bisa dilakukan sampai 3-4 kali looh... Kalau malemnya nongkrong sama teman-temannya, dia minum kopi lagi. Tapi ga kopi item, melainkan kopi yang disajikan di warung kopi tersebut.

Saya juga adalah mantan penggemar berat kopi. Walaupun bukan kopi item seperti sepupu saya. Tapi saya suka banget sama kopi Kapal Api plus creamer. Rasanya lebih pas dibandingkan kopi instant lainnya. Dulu saya bisa minum 3-4 cangkir tiap hari. Sekarang, semuanya berhenti. Saya minum kopi hanya saat weekend aja. Itupun belum tentu, kadangkala saya minum teh. Artinya minum kopinya malah engga. Alhamdulillah biasa aja.

Dokter kandungan saya adalah orang yang berjasa menyuruh saya mengurangi minum kopi. Mengurangi bukan berhenti demikian katanya. Waktu dia menyuruh saya mengurangi kopi lalu beliau melihat muka saya langsung tanpa ekspresi :))
Semua kata-kata saya soal nanti pusing, nanti kepala saya nyut-nyutan dan alasan-alasan lainnya langsung dibantah habis-habisan sama dokter kandungan saya.
Akhirnya saya berniat mengurangi minum kopi dengan niat pengen hamil. Awalnya berat, ada yang kurang kalau saya ga ngopi. Dari 3-4 kali sehari menjadi 1 cangkir sehari. Lalu menjadi 2 hari sekali sampai akhirnya saya hanya ngopi seminggu sekali. Malah sekarang bisa tuh ga ngopi sebulan.
Dan ternyata saya ga apa-apa. Pusing-pusing yang saya rasakan hanya terjadi diawal saja. Setelah itu semuanya normal kembali.

Sebagai gantinya saya banyak minum air putih. Minum air putih sempat jadi resolusi saya ditahun 2008. Waktu itu selain kopi saya kecanduan teh botol, minuman soda, dll. Sekarang saya berusaha banyak minum air putih tiap hari. Malah mamah mertua saya menganjurkan menjauhi air putih dan minum banyak air putih kalau temperatur kita sedikit lebih tinggi dari biasanya. " Banyak minum air putih trus banyak buang air kecil, sekalian ngebuang penyakitnya ".

Saya juga meminum air putih setiap kali bangun tidur tiap pagi. Ini memudahkan urusan BAB. Jadi kalau mau hidup sehat sebenarnya simple aja. Dimulai dari 8 gelas air putih tiap hari. Itu aja kok!

Monday, April 11, 2011

Teguran Allah

<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

Banyak hal yang terjadi sama diri saya beberapa bulan ini. Tapi dari semuanya adalah saya sempat ‘ disentil ‘ oleh Allah SWT. Yang masih saya sukuri adalah, saya disentilnya bukan dengan kemalangan (baca cobaan berat, penyakit yang susah disembuhkan, dll, dll). Bukan! Alhamdulillah…. Tapi saya disentilnya dengan dijawabnya doa saya dengan cepat oleh Allah SWT.

Ceritanya gini, suatu ketika hubby cerita kalau dia masuk sebagai kandidat the best employee mewakili direktoratnya. Jadi dikantornya hubby ini tiap tahun suka bikin acara award semacam ini buat memacu produktivitas para karyawannya. Kalau kepilih, selain ada hadiah berupa uang tapi yang paling penting karir kita udah pasti bagus deh. Misalnya contoh kata hubby, ada temannya yang menang award ini 2 tahun lalu, karirnya langsung naik cepat banget.

Trus hubby disuruh bikin presentasi mengenai kerjaannya dia. Trus abis itu ditanggal yang udah ditetapkan hubby disuruh presentasi didepan BOD dan tim juri. Awalnya saya deg-degan. Bukan apa2, yang saya tahu hubby udah merem deh soal presentasi2 begini. Pokoknya presentasi yang pernah dia buat ribeeedd aja. Kok buat presentasi award ini justru dia bikin sesimple mungkin. Jadinya saya yang negur “ kok bikinnya Cuma gini? Kok sederhana banget? “ Tapi hubby bilang “ gini aja deh, sederhana, ntar kalo kebanyakan aku malah bingung mau mulai dari mana “.“ Bismillah ya “. Sorenya hubby laporan, penjurian berjalan lancar. Alhamdulillah….

Beberapa minggu kemudian tanggal pengumuman. Saya ingat, saya sempat2in tahajud selama 2 hari berturut-turut sebelum tanggal pengumuman. Intinya, kalau Allah meridhoi hubby menang award saya minta dimudahkan dan dilancarkan. Dan hubby tetapi diberikan kemudahan dalam bekerja serta jangan diberikan kesombongan. Hari Jumat, jam 10 temu karyawan dimulai sementara saya kembali sibuk dengan urusan kantor.

Jam 10.30 saya baru mengecek kembali BB saya. Ternyata ada BBM dari hubby dan bilang kalo dia menang 2 award!!! Bukan 1 tapi 2!! Selain top performance dari direktoratnya, hubby juga terpilih jadi the best employee……!!! Subhanallah!!! Saya sampe nangis dan gemetaran baca BBMnya. Ga nyangka aja doa saya sedemikian cepat dijawab oleh Allah SWT. Trus saya juga malu karena ngerasa, selama ini saya sering lupa sama Allah dan shalat saya selalu bolong-bolong.

Yang saya syukuri, Allah ga menimpakan kemalangan terlebih dahulu kepada saya sebelum akhirnya saya kembali mengingatnya. Alhamdulillah..

Waktu ada teman saya yang nanya kenapa shalat saya jadi rajin banget. Saya malu kalo sering lupa sama Allah, sementara dengan cepatnya Allah membalas semua doa saya. Selain itu saya ingin supaya shalat saya ga bolong2 lagi sampai seterusnya. Amiiinn...

Saturday, March 12, 2011

Berita duka cita

Seorang teman sekantor saya resign.
Sebelum resign dia sering main keruangan saya. Ya, sebagai sekertaris Presdir memang saya mendapatkan ruangan sendiri, terpisah dengan teman-teman yang lain diluar yang hanya dibatasi cubicle seukuran dada. " Jadi beneran lu mau resign? " tanya saya padanya waktu itu. Dia bilang iya dan memberikan sedikit clue tentang kantor barunya.
Kata teman saya prosesnya diterima masuk ke perusahaan tersebut relatif mudah. Interviewnya banyak dilakukan lewat telpon dan email karena perusahaan tersebut ada di Batam dan Singapura.
Di hari-hari terakhirnya dia ada dikantor kami, dia makin sering main keruangan saya. Waktu itu dia baru aja membeli sebuah blackberry yang setipe dengan BB saya. Seperti biasa dia minta pin BB saya. Lalu saya juga minta di add di FBnya dia (terakhir baru ketahuan cuma saya satu-satunya yang memilikin account FBnya dikantor). Lalu dia makin sering bercerita soal perusahaan barunya yang ternyata sebuah perusahaan minyak asing. Selepas dari perusahaan kami, dia langsung pergi ke Batam dan menetap disana.
" Trus istri dan anaklu gimana dong? " tanya saya karena saya tau istrinya masih tercatat sebagai karyawan sebuah bank swasta dan mereka baru saja memiliki seorang putra yang baru berusia 8 bulan. Lalu teman saya mulai bercerita tentang masa depannya. Kalau udah udah selesai masa probation dan udah stabil disana dia akan membawa anak dan istrinya ke Batam. Untuk sementara dia akan bolak-balik Jakarta - Batam tiap bulan. Pokoknya udah ada rencana masa depan yang cerah dari ceritanya. " Memang ya, Allah SWT selalu kasih rezeki dari sudut yang ga pernah kita tau ". Itu salah satu kata terakhir saya yang kemudian di-amin-kan olehnya.
Lalu hari Jumat 18 Februari 2011 dia pun resmi meninggalkan perusahaan ini.

Tanggal 27 Februari saya menaruh status di FB saya soal Pilkada Tangsel. Ternyata dia ikut memberi komen di status saya, dan saya baru tahu kalau dia ternyata sedang sakit.

Tanggal 28 Fabruari saya chatting via BBM dengan dia. " sakit apa? " tanya saya. Dia bilang sakit Demam Berdarah dan sedang dirawat di RS Carolus. Lalu saya bertanya tentang kantor barunya di Batam, dan dia bilang, Alhamdulillah perusahaan barunya bisa menerima.
Kemarin, hari Jumat tanggal 11 Maret saat saya sedang asyik-asyiknya mengetik, seorang teman saya berteriak-teriak memanggil nama saya. Ia bertanya " Intan, beneran ya Bambang Triyono meninggal? ". Lalu kami semua mencari kabar soal dia. Seorang teman berteriak " siapa yang punya FBnya Bambang?? ". Langsung saya teringat dan mencarinya di BB saya. Dan ternyata, teman saya itu benar meninggal dunia. Terbukti dari banyaknya tulisan bela sungkawa teman-temannya kepadanya.
Sorenya saya dan 2 orang teman mengunjungi orang tuanya. Dari mereka kami mendengar cerita lengkapnya.
Semenjak meninggalkan kantor hari Jumat 19 Februari, Minggu subuh tanggal 21 Februari dia dilarikan kerumah sakit oleh istrinya karena suhu badannya tinggi. 9 hari dirawat di RS lalu ia keluar tapi tanpa kesembuhan 100%. Ia memilih beristirahat seminggu dirumah sebelum berangkat ke Batam. Tanggal 6 Maret dia pulang kerumah orang tuanya. Tanggal 8 Maret kesehatannya makin memburuk dan meninggal dunia tanggal 10 Maret.
Pada akhirnya dia tidak pernah bergabung ke perusahaannya yang baru dan mimpi indahnya tentang tinggal bersama istri dan anaknya di Batam pun pudar sudah. Kita hanya bisa berencana dan Tuhan yang memutuskannya. Selamat jalan sahabat, semoga engkau diterima disisi-Nya....

Thursday, February 17, 2011

Adopsi

Saya mulai berpikir untuk adopsi. Entah kenapa, mendadak terlintas saja dibenak saya. Mungkin rumah kami mulai rindu kehadiran sosok mungil. Beberapa waktu lalu, diam-diam saya sempat mempelajari dokumen adopsi ini. Mamah mertua saya siap membantu. Papap mertua saya juga siap turun tangan membantu urusan paperworksnya. Lalu saya mulai mencari-cari di google, apa saja yang harus disiapkan untuk mengadopsi seorang bayi.
Secara hukum, saya dan hubby udah bisa melakukan proses adopsi. Kami berdua sudah menikah lebih dari 5 tahun tanpa anak, punya penghasilan dan dari keluarga yang mampu. Saya kembali semangat hendak melakukan adopsi. Apalagi di keluarga saya, adopsi bukan hal yang baru pertama kali dilakukan. Om dan tante saya, ipar saya pernah melakukan adopsi. Dan Alhamdulillah, semua berjalan lancar hingga hari ini.
Didalam lubuk hatinya, sebenarnya hubby belum siap melakukan hal ini. Adopsi bukan seperti kehamilan yang kami tunggu datang dari rahim saya sendiri. Adopsi sepertinya berlangsung cepat. Hari ini kami masih berdua, besok kami sudah bertiga. Berbeda dengan kehamilan yang datang dari rahim saya, dimana kami benar-benar menunggu kedatangannya selama 9 bulan. Tapi saya tetap semangat, hingga suatu ketika hubby bilang " yuk bismillah, Insya Allah aku siap ".

Teman-teman saya pun banyak mendukung dan menyemangati saya. Ada yang ga pernah berhenti mengirimkan twitter atau memberikan link soal adopsi ini ke Blackberry saya.

Tapi ternyata tidak semuanya mendukung. Ada yang menentang. Dan memberikan contoh-contoh yang super mengerikan soal adopsi ini. " Bayangin aja, ga ada petir ga ada angin. Eh, tiba-tiba si tetangga ngomong ke si anak. Eh kamu kan bukan anaknya mama itu, kamu cuma anak pungut!! ". Astagfirullah... Padahal kalo dipikir, apa urusannya si tetangga ngomong seperti itu?? Walaupun dalam nada becanda, tapi itu adalah sebuah becandaan tolol menurut saya.
Atau contoh seperti ini " Eh, lu adopsi anak Cina ya? matanya sipit banget. Beda banget matanya sama mata kalian berdua. Kok yang diambil anak Cina sih?? ". Rasanya saya mau menonjok orang ini!

Mental saya langsung drop seketika.

Saya ga mau kalau anak saya harus tahu asal-usulnya dari mulut orang lain. Karena saya hanya mau anak saya hanya tahu bahwa saya dan hubby adalah orang tuanya. Orang tua yang menyayanginya sepenuh hati.
Ada yang menyarankan, kalau saya mau adopsi lebih baik saya pindah ke lingkungan baru yang tidak mengenal saya sama sekali. Sehingga 'rahasia' adopsi saya bisa terjaga. Lagi-lagi mental saya kembali drop saat itu juga.

Beberapa waktu lalu saya menonton Discovery Home & Health yang membahas soal adopsi ini. Saya iri dengan kehidupan di America yang membicarakan adopsi tanpa harus ditutup-tutupi. Saya iri melihat sepasang keluarga America berkulit putih yang dengan kasih sayang mengurus bayi perempuan adopsi mereka yang berkulit hitam. Saya iri dengan Angelina Jolie, Sandra Bullock atau Madonna yang dengan santainya mengurus anak-anak adopsi mereka dan memanggil mereka dengan " my boy, my daughter ". Tanpa takut ada orang yang bilang " itu anak pungut ya? ".
Saya iri dengan mereka di America yang bisa bilang " This is my adopted son/daughter. And I am so proud of him/her ". Demikian juga sebaliknya. Pasti pada tahu soal asal usul Nicole Richie yang juga adalah anak adopsi dari Lionel Richie?

Tapi itu di America dan bukan di Indonesia. Kehidupan disana berbeda kulturnya.
Sekarang saya kembali mengumpulkan kepingan menrak saya yang sudah pecah berkeping-keping menjadi satu kembali. Insya Allah saya siap. Bismillah... saya percaya Allah akan memberikan saya kekuatan. Amin!

Wednesday, February 9, 2011

BB ohhh BB

Setelah setahun lebih menggunakan BB, saya merasa BB mempermudah hidup saya. Istilah dunia ada ditangan memanghampir jadi kenyataan. Mau ngobrol, browsing, cek email semua bisa dilakukan lewat BB.

Waktu pertama kali punya BB, saya ga sempat menjadi autis. Dirumah saya ga sampe kayak yang duduk di pojok ruangan sambil sibuk dengan BB saya. Kata hubby, saya masih normal. Sampe dirumah, BB langsung saya letakkan dimeja disamping tempat tidur. Persis seperti jamannya masih pake HP dulu. Biar pun bunyi tring... tring... tring... ga selalu saya perdulikan. Akibatnya bisa dibilang saya hampir ga pernah ribut sama suami gara soal BB ini.

Tapi ada satu hal yang mengganggu hidup saya. Apalagi dengan yang namanya bunyi tring... tring... tring... BB yang kadang suka ga kenal waktu. Pagi-siang-malam-tengah malam-subuh sudah bunyi.
Memang, saya mengikuti 9 grup di BB saya. Ada grup teman-teman SD, teman SMP, teman SMA, kuliah, dan grup keluarga. Ada grup yang sepi, ada yang kelewat ramai.
Grup keluarga biasanya untuk saling memberitahukan apabila ada sesuatu hal yang berhubungan dengan keluarga misalnya " om X masuk RS, dirawat di paviliun A kamar nomor sekian-sekian ". Atau misalnya " ada undangan makan siang dirumah tante Y dalam rangka ulang tahunnya ".

Grup sekolah juga begitu. Biasanya BB saya akan mendadak berisik apabila ada event yang diadakan grup kami. Misalnya Arisan, karaokean bareng, ketemuan, dll. dll.

Tapi ada juga yang diluar batas. Kadangkala teman-teman saya seperti lupa bahwa apabila mereka hanya ngobrol berdua dan dilakukan didalam grup, akan membuat BB semua orang yang ada didalam grup tersebut ikutan bunyi. Urusan seperti ini sempat membuat seorang teman mengundurkan diri dari grup karena ga tahan. Saya juga mengerti perasaan teman saya ini.
Kadang kala urusan pembantu yang hanya diomongin 2 orang teman saya yang kebetulan ibu rumah tangga dan ga ada kewajiban pergi kekantor esok harinya diomongin didalam grup sampe tengah malam. Selama mereka masih asyik bercakap-cakap, BB saya tetap bunyi tring tring tring tring :((

sampe ada yang menjerit " kenapa ga japri aja sih????? "

BB suami saya juga gitu. Pernah suatu ketika saya terbangun tengah malam karena mendengar BBnya berbunyi. Waktu saya cek ternyata salah seorang teman di salah satu grup BBnya menulis " udah pada tidur ya?? ". Dan dia menulisnya jam 1 malam!!!!!!

Semalam, BB saya ribut berbunyi. Isinya percakapan beberapa teman saya. Kalo kata teman yang lain, teman-teman saya ini baru merasakan punya BB semua, jadi masih getol2nya ngobrol :D
Masalahnya semalam sudah hampir jam 11 dan mereka masih asyik ngobrol. Hubby tidur duluan. Kalau hubby belum tidur, biasanya dia akan meletakkan BB saya jauh-jauh dari tempat tidur. Entah dimeja tempat kami menaruh sajadah shalat atau diatas lemari. Tapi semalam berhubung hubby sudah tidur dan saya sudah terlalu malas untuk beranjak dari tempat tidur, saya memilih menu SILENT di BB saya dan melanjutkan tidur.

Lalu paginya saya lupa kalau BB saya masih dalam kondisi SILENT. Hingga sampai dikantor.... terakhir boss saya yang sedang berada di Singapura menelpon teman sekantor saya untuk berbicara dengan saya. Kemudian " why you didn't pick up my phone? I tried to call you many times!!! " OMG :((



Wednesday, February 2, 2011

Duka Cita

Hari Senin kemarin sekitar pukul 3 sore saya menelpon Plant Manager saya, Bp. Agus Priyadi. Mengingatkan beliau soal Management Meeting yang saya atur hari Selasa, 1 Februari 2011.
" Jangan lupa ya Pak, jam 10 seperti biasa ". Beliau menjawab " Iyaaaa.... " jawaban khas ala pak Agus. Tapi siapa yang mengira, justru jawaban standar itu adalah suara beliau terakhir yang saya dengar??
Sepulang dari kantor, saya mandi lalu makan malam. Setelah itu sama minum obat batuk saya yang mengandung obat tidur. Jam 8 saya sudah nyaris pulas, walaupun terbangun sesekali akibat batuk. Saya melihat BB saya ada dimeja disamping tempat tidur saya, tapi saya malas memegangnya. Saya biarkan tergeletak disana.
Keesokan harinya (1 Februari 2011) saya diantar kekantor oleh hubby seperti biasa dan minta diturunkan didepan ATM Mandiri didekat kantor. Saya baru menyadari BB saya ternyata mati, lalu saya masukkan pin saya dan kemudian... tring..tring...tring...tring... puluhan BBM masuk seketika. Selesai urusan dengan ATM saya mulai membaca BBM yang masuk. Salah satunya " Agus Priyadi passed away last night due to heart failure.... " Astagfirullah.... saya langsung lemas rasanya. Tiga teman saya mengabarkan seperti itu.
Saya berlari dari ATM ke gedung kantor kami. Boss saya megirimkan SMS bahwa dia akan berada di pabrik untuk mengurus pabrik yang mendadak ditinggal pimpinannya. Teman saya mengirim BBM semalam mengajak saya ke airport bagian cargo untuk mengurus jenazah yang akan diterbangkan ke Surabaya. Satu lagi BBM bertanya apakah saya mau turut serta ke Cikampek (lokasi pabrik kami dan rumah duka) untuk melayat kesana (BBM dikirmkan pukul 10 malam). Teman saya dikantor malah menangis karena ga percaya. " Masya Allah, gue masih ngobrol becanda-canda sama Pak Agus soal PGN (Perusahaan Gas Negara) kok " isaknya.
Saya sedih sekali karena bablas tidur akibat obat batuk dan tidak bisa membantu apa-apa untuk Pak Agus untuk terakhir kalinya.
Selasa pagi suasana duka begitu terasa dikantor kami. Semua membicarakan sosok pak Agus yang tidak pernah marah, suka berguyon dan santun. Untuk seorang Plant Manager yang mengepalai sekitar 150 orang karyawan, pak Agus termasuk jauh dari dari kesan galak. Disini saya bicara secara personal karena saya tidak begitu tahu bagaimana keseharian beliau memimpin pabrik. Tapi dimata saya, beliau sangat menyenangkan dan senang bercanda. Banyak yang tidak percaya beliau sudah pergi karena banyak dari kami di kantor Jakarta yang masih bicara lewat telpon dengannya kemarin.
Asistennya bercerita kepada saya bahwa dia sudah menganggap pak Agus seperti bapaknya sendiri. Makanya dia sedih bukan kepalang. Office girl pabrik malah belum berhenti menangis karena sedih akibat dia adalah orang yang terakhir diberitahu bahwa pak Agus meninggal dunia. Kata asisten pak Agus, si OG ini sayang banget sama pak Agus. Kalau ada kue atau makanan lain, pasti si OG langsung menyisihkan duluan makanan tersebut untuk pak Agus. Malah kalau ada yang nakal dan nekad mengambil kue/makanan, si OG akan marah-marah. Urusan kopi atau teh untuk pak Agus dia selalu siapkan nomor satu.
" Makanya si Titik (OG) belum berhenti nangis mbak, dia marah sama kita karena dia baru diberi tahu terakhir ".
Receptionist kantor saya juga menangis karena ia menganggap Pak Agus seperti bapaknya sendiri, apalagi Pak Agus salah satu orang yang cukup berjasa mencomblangkan si receptionist dengan salah satu orang di pabrik.
Hingga hari ini kami masih sedih. Ini terlihat dari status Yahoo Messenger dan Facebook para karyawan kantor. Ya, kami sangat kehilangan beliau. Tidak ada lagi yang menelpon atau menyapa saya (kalau beliau berkunjung ke kantor Jakarta dengan suara khasnya " Bu Intan, bapakmu ada? "
Selamat Jalan Pak Agus Priyadi, Insya Allah bapak Khusnul Khotimah dan ditempatkan ditempat yang terbaik disisi Allah SWT. Innalillahi wa Innailaihi rojiun.........