Tiap pagi rutinitas saya sebelum berangkat ke kantor adalah nonton TV sambil sarapan. Saya addict banget sama TV dan bersyukur hidup dimasa sekarang dengan channel TV yang beraneka ragam. Tetapi sebagai 'pelengkap' saya nonton berita lokal di TV selain nonton serial-serial favorit saya macam NCIS, White Collar, CSI atau reality show macam Dog Whisperer, Kimora : Life in a Fabe Lane (iya bener saya nonton ini juga kok!!!) hingga channel memasak macam Farah Quinn sampai Nigella Lawson, Masterchef Australia atau acara Traveller yang diputar di Discovery Adventure.
Judulnya berita lokal hanya sebagai pelengkap acara tontonan saya saja :D
Nah ceritanya saya biasain dong nonton berita pagi sambil sarapan trus diskusi meja makan sama hubby.
Tapi akhir-akhir ini berita di TV lokal bikin kepala saya semakin pusing. Ribut-ribut partailah, Nazaruddin yang kaburlah (tapi bisa BBM-an dan SMS-an sama teman-temannya), korupsi disana-sini.... Haduuuh para wakil rakyat yang terhormat yang bertahta di Senayan sana justru saling tuding temannya masing-masing terkait dengan masalah ini-itu.
Maaf kalau saya salah, saya memang buta hukum dan politik. Tapi bukannya waktu saya ikut Pemilu kemarin, kita memilih wakil rakyat yang baik? memilih orang-orang yang seharusnya bisa kita percaya hati nuraninya membela kita sebagai rakyat???
Betapa 'panas'nya kursi-kursi di gedung perwakilan rakyat di Senayan sana sehingga bisa merubah hati seseorang yang sewaktu masa kampanye dulu (sepertinya) baik menjadi seorang yang seperti tidak punya hati.
Kalau sudah seperti ini? kemana kita harus mengadu ya??? Jadi ingat nasibnya Prita Mulyasari yang katanya seudah batal tau-tau dinyatakan bersalah kembali *nunduk*
Wednesday, July 13, 2011
Friday, June 17, 2011
Farmville
Kapan ya waktu itu pas saya lagi enak-enak panen Farmville saya mikir gini " gila ya, ini mainan belum bikin saya bosen loh. Padahal udah ampir 2 tahun saya mainin ". Saya inget pertama kali saya berkenalan dengan Farmville waktu bulan puasa 2009 sebagai mainan dikala istirahat makan siang. Sampai sekarang udah ampir 2 tahun saya mainin. Pernah bosan beberapa bulan, trus balik mainan lagi.
Makin tinggi peringkat saya malah makin susah berentinya. Pengen tahu, di peringkat berapa ya saya bisa nyelesein semua tanaman saya. Yang main Farmville pasti tau kalo ada "mastery' dari tiap tumbuhan yang kita tanam. Kalau saya sendiri udah banyak tanaman yang udah mastered. Makanya makin penasaran aja. Kapan sih abisnya??? soalnya sering banget mendadak ada tanaman baru muncul. Gemes deh.
Terus terang selain curhat ke Allah, Farmville juga bikin saya tenang. Kalau udah main Farmville saya bisa tenang berjam-jam ngurusin 'ladang' saya. Makanya suami saya ga pernah marah kalau saya main Farmville. Katanya daripada saya rewel, mendingan sanaaaahhh.... main Farmville!!!! Hihihihi....
Disaat sekarang ini, banyak masalah datang dan pergi. Farmville membantu saya menenangkan jiwa. Jadi kalau udah puas-puasin curhat ke Allah sampe nangis-nangis. Trus abis itu main Farmville, dijamin deh. Yang tadi abis nangis sesungukan, sampe bengek saya kumat lagi. Langsung deh ceria lagi. Trus mikir, hmmm..... nanem apa lagi yaaaa??? Kadangkala mikirnya sampe, hmmm.... besok saya ga kemana-mana jadi bisa deh nanem yang 10 atau yang 12 jam trus ntar dipanen jam segini..... Hihihihi
Terus terang dari kecil dulu saya ga punya hobby yang spesifik. Hobby saya angin-anginan semua. Lagi pengen menggambar, saya menggambar. Lagi pengen baca buku, saya baca buku. Tapi nanti beberapa bulan hobbynya hilang sama sekali. Cuma main Farmville aja yang masih bertahan. Entah sampe kapan.
Jadinya sekarang saya bisa bilang, main Farmville bukan cuma sekedar hobby aja kali tapi buat saya pribadi, bisa jadi sarana menenangkan jiwa. Soalnya saya bukan tipikal yang kalo punya masalah trus kabur nyari kesenangan diluar. Buat saya, notebook hubby dan modem internet yang bisa dicolokin kapan aja udah cukup bisa buat saya tenang kok.
Makin tinggi peringkat saya malah makin susah berentinya. Pengen tahu, di peringkat berapa ya saya bisa nyelesein semua tanaman saya. Yang main Farmville pasti tau kalo ada "mastery' dari tiap tumbuhan yang kita tanam. Kalau saya sendiri udah banyak tanaman yang udah mastered. Makanya makin penasaran aja. Kapan sih abisnya??? soalnya sering banget mendadak ada tanaman baru muncul. Gemes deh.
Terus terang selain curhat ke Allah, Farmville juga bikin saya tenang. Kalau udah main Farmville saya bisa tenang berjam-jam ngurusin 'ladang' saya. Makanya suami saya ga pernah marah kalau saya main Farmville. Katanya daripada saya rewel, mendingan sanaaaahhh.... main Farmville!!!! Hihihihi....
Disaat sekarang ini, banyak masalah datang dan pergi. Farmville membantu saya menenangkan jiwa. Jadi kalau udah puas-puasin curhat ke Allah sampe nangis-nangis. Trus abis itu main Farmville, dijamin deh. Yang tadi abis nangis sesungukan, sampe bengek saya kumat lagi. Langsung deh ceria lagi. Trus mikir, hmmm..... nanem apa lagi yaaaa??? Kadangkala mikirnya sampe, hmmm.... besok saya ga kemana-mana jadi bisa deh nanem yang 10 atau yang 12 jam trus ntar dipanen jam segini..... Hihihihi
Terus terang dari kecil dulu saya ga punya hobby yang spesifik. Hobby saya angin-anginan semua. Lagi pengen menggambar, saya menggambar. Lagi pengen baca buku, saya baca buku. Tapi nanti beberapa bulan hobbynya hilang sama sekali. Cuma main Farmville aja yang masih bertahan. Entah sampe kapan.
Jadinya sekarang saya bisa bilang, main Farmville bukan cuma sekedar hobby aja kali tapi buat saya pribadi, bisa jadi sarana menenangkan jiwa. Soalnya saya bukan tipikal yang kalo punya masalah trus kabur nyari kesenangan diluar. Buat saya, notebook hubby dan modem internet yang bisa dicolokin kapan aja udah cukup bisa buat saya tenang kok.
Monday, May 23, 2011
Niatnya mau berbuat baik
Minggu lalu dokter menyuruh saya istirahat beberapa hari dirumah karena sakit saya tidak kunjung sembuh. Begitu hubby pergi ngantor, saya sarapan roti, minum obat dan balik tidur lagi. Tapi hari itu ada gangguan yang menganggu istirahat saya.
Awalnya begini :
Sejak beberapa minggu lalu ada seorang wanita setengah baya yang (maaf) agak terganggu jiwanya mondar mandir disekitar rumah kami. Awalnya saya pikir dia seorang pemulung, lalu hubby bertanya padanya " mau apa bu? ". Dia bilang mau duit. Dan hubby memberikan uang sekedarnya padanya.
Beberapa hari kemudian dia kembali lagi kerumah, melongok-longok kedalam rumah (saat itu kami baru pulang kantor) dan pintu garasi dalam keadaan terbuka lebar. Begitu ditanya hubby, kembali dia jawab " mau duit ". Dan hubby kembali memberikan uang sekedarnya.
Ketiga kalinya, hubby sedang cuci piring didapur. Tau-tau ada mengetuk-ngetuk pintu samping kami yang memang dekat dengan pintu dapur (rumah kami posisinya dihoek). Ternyata si ibu itu lagi yang kembali meminta uang. Disini hubby udah mulai ngerasa " kayanya salah deh aku kasih-kasih dia uang melulu ".
Sewaktu saya sakit, saya tidak pernah ikut keluar mengantar hubby pergi ke kantor. Hubby tau saya sedang sakit. Jadi pintu dia kunci dari luar sementara saya tinggal mencantolkan kunci rumah milik saya sendiri (kami masih-masing pegang kunci sendiri). Sewaktu saya selesai sarapan, minum obat dan hendak kembali tidur lagi. Saya mendengar bunyi kresek-kresek disamping rumah. Sambil sempoyongan saya bangun dan berjalan kearah dapur lalu mengintip dari jendela dapur. Ada yang mengetuk-ngetuk pintu samping sambil mengucapkan " Assalamualaikum ". Suaranya mirip banget dengan suara mbok pecel langganan saya. Tapi saya mikir, ngapain juga mbok pecel datang kerumah secara saya selalu beli pecelnya hanya saat weekend saja. Sesaat ketukan di pintu samping hilang, tapi ada ketukan dipagar depan. Ternyata si ibu itu lagi. Tangannya berusaha menggapai-gapai grendel pagar. Alhamdulillah pagar terkunci rapat.
Lalu dia bolak-balik kepintu samping dan pagar depan sambil mengetuk-ngetuk. Saya memilih tidak mau keluar rumah dan membuat dia menganggap rumah kami kosong. Kepala saya pusing karena obat flu yang diberikan dokter sudah menunjukkan reaksinya supaya saya tidur.
Lalu dia mulai menarik kardus penutup grendel pintu samping, saya mengintip dari jendela dapur tangannya menggapai-gapai grendel samping dan Alhamdulillah terkunci rapat. Lalu dia mulai mengintip-ngintip kebagian dalam rumah saya (untungnya dari pintu samping pandangannya hanya ke pintu dapur saja). Saya mulai stress.
Saya harus mempertahankan rumah saya. Saya tidak mau dia masuk kedalam rumah saya. Saya mencari-cari tongkat kayu yang biasa disimpan hubby untuk mengambil barang-barang yang letaknya agak tinggi dirumah. Sewaktu tangannya mulai mendorong-dorong fibrelass pintu samping saya sempat mikir untuk menyiramnya dari teras atas. Pintu samping saya memang terbuat dari besi yang kuat, tapi fibreglassnya tidak. Saya pikir, saya harus mempersenjatai diri saya untuk kemungkinan yang akan terjadi.
Saya mulai stress lalu saya menelpon hubby ke kantor. Hubby yang sedang meeting ikutan stress mendengar cerita saya. Tapi hubby melarang saya memukul, menyiram atau melakukan tindakan yang membuat ibu ini marah karena akan berakibat masalah makin panjang.
Akhirnya hubby menelpon tetangga kami, Alhamdulillah saya dikelilingi oleh tetangga yang baik. Seorang bapak-bapak keluar dari rumah dan mengusir si ibu. Untuk sementara dia pergi. Tapi tidak sampai disitu. Sampai sore, si ibu ini mampir 4 kali kerumah saya dan lagi-lagi selalu diusir oleh para tetangga kami.
Hubby mengakui kesalahannya karena sering memberi uang kepada si ibu. Tetangga kami menyarankan jangan memberikan uang lagi kepadanya dan berusaha bersikap tega. Weekend kemarin si ibu datang lagi kerumah kami dan hubby memintanya pergi atau pulang kerumahnya.
Hmmm.... niat mau berbuat baik adaaaaa aja masalahnya :((
Awalnya begini :
Sejak beberapa minggu lalu ada seorang wanita setengah baya yang (maaf) agak terganggu jiwanya mondar mandir disekitar rumah kami. Awalnya saya pikir dia seorang pemulung, lalu hubby bertanya padanya " mau apa bu? ". Dia bilang mau duit. Dan hubby memberikan uang sekedarnya padanya.
Beberapa hari kemudian dia kembali lagi kerumah, melongok-longok kedalam rumah (saat itu kami baru pulang kantor) dan pintu garasi dalam keadaan terbuka lebar. Begitu ditanya hubby, kembali dia jawab " mau duit ". Dan hubby kembali memberikan uang sekedarnya.
Ketiga kalinya, hubby sedang cuci piring didapur. Tau-tau ada mengetuk-ngetuk pintu samping kami yang memang dekat dengan pintu dapur (rumah kami posisinya dihoek). Ternyata si ibu itu lagi yang kembali meminta uang. Disini hubby udah mulai ngerasa " kayanya salah deh aku kasih-kasih dia uang melulu ".
Sewaktu saya sakit, saya tidak pernah ikut keluar mengantar hubby pergi ke kantor. Hubby tau saya sedang sakit. Jadi pintu dia kunci dari luar sementara saya tinggal mencantolkan kunci rumah milik saya sendiri (kami masih-masing pegang kunci sendiri). Sewaktu saya selesai sarapan, minum obat dan hendak kembali tidur lagi. Saya mendengar bunyi kresek-kresek disamping rumah. Sambil sempoyongan saya bangun dan berjalan kearah dapur lalu mengintip dari jendela dapur. Ada yang mengetuk-ngetuk pintu samping sambil mengucapkan " Assalamualaikum ". Suaranya mirip banget dengan suara mbok pecel langganan saya. Tapi saya mikir, ngapain juga mbok pecel datang kerumah secara saya selalu beli pecelnya hanya saat weekend saja. Sesaat ketukan di pintu samping hilang, tapi ada ketukan dipagar depan. Ternyata si ibu itu lagi. Tangannya berusaha menggapai-gapai grendel pagar. Alhamdulillah pagar terkunci rapat.
Lalu dia bolak-balik kepintu samping dan pagar depan sambil mengetuk-ngetuk. Saya memilih tidak mau keluar rumah dan membuat dia menganggap rumah kami kosong. Kepala saya pusing karena obat flu yang diberikan dokter sudah menunjukkan reaksinya supaya saya tidur.
Lalu dia mulai menarik kardus penutup grendel pintu samping, saya mengintip dari jendela dapur tangannya menggapai-gapai grendel samping dan Alhamdulillah terkunci rapat. Lalu dia mulai mengintip-ngintip kebagian dalam rumah saya (untungnya dari pintu samping pandangannya hanya ke pintu dapur saja). Saya mulai stress.
Saya harus mempertahankan rumah saya. Saya tidak mau dia masuk kedalam rumah saya. Saya mencari-cari tongkat kayu yang biasa disimpan hubby untuk mengambil barang-barang yang letaknya agak tinggi dirumah. Sewaktu tangannya mulai mendorong-dorong fibrelass pintu samping saya sempat mikir untuk menyiramnya dari teras atas. Pintu samping saya memang terbuat dari besi yang kuat, tapi fibreglassnya tidak. Saya pikir, saya harus mempersenjatai diri saya untuk kemungkinan yang akan terjadi.
Saya mulai stress lalu saya menelpon hubby ke kantor. Hubby yang sedang meeting ikutan stress mendengar cerita saya. Tapi hubby melarang saya memukul, menyiram atau melakukan tindakan yang membuat ibu ini marah karena akan berakibat masalah makin panjang.
Akhirnya hubby menelpon tetangga kami, Alhamdulillah saya dikelilingi oleh tetangga yang baik. Seorang bapak-bapak keluar dari rumah dan mengusir si ibu. Untuk sementara dia pergi. Tapi tidak sampai disitu. Sampai sore, si ibu ini mampir 4 kali kerumah saya dan lagi-lagi selalu diusir oleh para tetangga kami.
Hubby mengakui kesalahannya karena sering memberi uang kepada si ibu. Tetangga kami menyarankan jangan memberikan uang lagi kepadanya dan berusaha bersikap tega. Weekend kemarin si ibu datang lagi kerumah kami dan hubby memintanya pergi atau pulang kerumahnya.
Hmmm.... niat mau berbuat baik adaaaaa aja masalahnya :((
Sakit
Saya lagi dikasih cobaan oleh Allah dengan cobaan sakit. Senewen banget deh sama sakit kali ini, makin hari kok makin parah dan bukannya makin sembuh. Begitu ada yang sembuh, eh nongol lagi masalah yang lain.
Setelah pilek, demam, batuk reda. Giliran suara saya yang hilang. Udah 2 dokter saya datangi untuk mencari kemana suara saya ini. Dokter terakhir malah bilang kalo saya untuk sementara jangan banyak ngomong dulu, kalau bisa pake bahasa isyarat aja biar pita suaranya ga makin sakit. Ternyata kali ini yang jadi masalah adalah pita suara saya :((
Selama saya sakit, hubby yang ngerawat (lagian siapa lagi?? secara kita cuma berdua doang dirumah). Saya paling senang kalo kita mau makan di meja makan, hubby udah nyiapin semuanya. dari makanan, air putihnya sampe teh panasnya. Tissue pun juga ditaruh didepan muka saya. Trs sambil makan kita biasanya ngobrol aja berdua.
Biasanya obrolannya cuma seputar ada apa sih? kantor, teman dan lainnya. Sementara saya lebih sering istirahat dirumah selama sakit. Jadi cerita saya hanya sekitar film, acara TV yang saya tonton atau gosip artis. Apalagi coba??
Makanya weekend kemaren walopun kepala masih pusing nyut-nyutan, saya tetap pengen diajak jalan-jalan. Hubby nurutin walopun pake embel-embel " kalo kamu pusing, langsung pulang!! ". Tujuan perjalanan kita ke Ace Hardware di sektor 9 Bintaro karena hubby mesti beli gembok, cable ties dan printilan lainnya. Saya?? ga beli apa-apa. Wong jalan sebentar langsung pusing kok. Yang penting udah keluar rumah walopun cuma 1 jam aja. Alhamdulillaaahh......
Setelah pilek, demam, batuk reda. Giliran suara saya yang hilang. Udah 2 dokter saya datangi untuk mencari kemana suara saya ini. Dokter terakhir malah bilang kalo saya untuk sementara jangan banyak ngomong dulu, kalau bisa pake bahasa isyarat aja biar pita suaranya ga makin sakit. Ternyata kali ini yang jadi masalah adalah pita suara saya :((
Selama saya sakit, hubby yang ngerawat (lagian siapa lagi?? secara kita cuma berdua doang dirumah). Saya paling senang kalo kita mau makan di meja makan, hubby udah nyiapin semuanya. dari makanan, air putihnya sampe teh panasnya. Tissue pun juga ditaruh didepan muka saya. Trs sambil makan kita biasanya ngobrol aja berdua.
Biasanya obrolannya cuma seputar ada apa sih? kantor, teman dan lainnya. Sementara saya lebih sering istirahat dirumah selama sakit. Jadi cerita saya hanya sekitar film, acara TV yang saya tonton atau gosip artis. Apalagi coba??
Makanya weekend kemaren walopun kepala masih pusing nyut-nyutan, saya tetap pengen diajak jalan-jalan. Hubby nurutin walopun pake embel-embel " kalo kamu pusing, langsung pulang!! ". Tujuan perjalanan kita ke Ace Hardware di sektor 9 Bintaro karena hubby mesti beli gembok, cable ties dan printilan lainnya. Saya?? ga beli apa-apa. Wong jalan sebentar langsung pusing kok. Yang penting udah keluar rumah walopun cuma 1 jam aja. Alhamdulillaaahh......
Friday, May 20, 2011
Sekarang ini saya lagi bertapa :))
Ceritanya saya lagi bertapa nih, bertapa dan berdoa.
Entah kenapa saya lagi ngebet banget punya anak. Setelah mengetahui seorang sepupu saya akhirnya memilih mengadopsi seorang bayi lelaki dan seorang teman saya juga memilih mengadopsi seorang bayi setelah 12 tahun menikah.
Beberapa minggu yang lalu di perjalanan pulang kantor di toll jorr saya ngomongin soal adopsi ini sama hubby. Saya ceritain soal sepupu saya dan saya ceritain soal teman saya yang memilih jalur adopsi. Trus hubby denger dan kita ngebahas serius banget deh. Mungkin ini jalan yang dikasih Tuhan buat saya, saya terima dengan iklas. Sebenernya ada awalnya siiiihh......... beberapa bulan yang lalu, ipar saya menawarkan seseorang (masih ada hubungan saudara juga dengan dia) yang lagi hamil masuk bulan ke-3. Saya sama hubby mesti mikir-mikir banget. Soalnya adopsi kan ga kaya beli baju/sepatu yang bisa dituker. Adopsi ga kaya beli tas yang kalo kita ngerasa ga cocok trus bisa dionggokin disudut lemari.
Beberapa hari setelahnya saya 'belajar' ilmu adopsi dari sepupu saya. Selama ini banyak banget yang saya salah dari ilmu adopsi dan setelah BBM-an sama sepupu saya, mata saya jadi makin terbuka mengenai adopsi ini.
Truuss.... saya ikutan ribet deh waktu seorang sahabat mau bikin ultah anaknya yang ke-2. Awalnya cuma ngobrol di BBM doang, ujung2nya dia malah ngajak saya ngopi bareng dan kita ngebahas berdua soal ultah anaknya ini. Lucunya, semua saran yang saya tawarin ke dia, diterima semua looohh. Soalnya jujur aja, saya sering baca blog-blog tentang ulang tahun anak ini. Saya pengen cari-cari gambaran, ntar kalo (Insya Allah) saya punya anak, pengen dipestain kayak gimana. Lucunya lagi, saya udah mengalokasikan dana buat acara ini loooh.... jadi kalo ntar punya anak, pesta ultah pertamanya udah ada dananya deh. Malah temen saya bilang " duh kalo ini anak elu, gue udah tau banget deh kalo elu pasti ribet banget nyiapinnya, dan lu pasti akan cerewet banget sampe ke detil-detilnya "
Waktu saya sakit kemaren, saya sempet nonton film Up yang diputar di Disney Channel. Beberapa kali nonton film ini, saya tetap aja nangis nonton adegan-adegan awalnya waktu Carl dan Ellie akhirnya kehilangan buah hati mereka, trus mengalokasikan dana buat liburan tapi dana tersebut terkuras sedikit demi sedikit sampai akhirnya Ellie meninggal duluan. Saya ngeliat cintanya Carl daleeeeeeemmmm banget buat Ellie.
Saya juga pengen suami saya punya cinta dan sayang yang dalem kepada saya seperti cintanya Carl kepada Ellie. Makanya pas ngebahas soal adopsi ini kemaren, kita ngomong serius dan cukup hati-hati ngebahasnya. Apalagi kita sempat beberapa kali ngebahas tapi berujung jadi sebel atau kesal. Atau pas saya udah ngebet pengen adopsi, hubby malah bilang " gak mau!! " Kan saya ga mau maksa dia. Sehingga saya cuma bisa berdoa aja. Kalau jalan ini yang emang saya harus saya tempuh, saya minta dilancarkan, dimudahkan semua urusannya. Dan saya minta doa kepada Allah agar kalo emang tetap harus adopsi, saya diberi kekuatan, kesabaran dll, dll. Karena seperti penjelasan diatas. Adopsi bukan bayi yang lahir dari rahim saya yang kedatangannya ditunggu 9 bulan. Adopsi bukan seperti membeli baju yang kalo kita ga suka lagi bisa dituker atau dionggokin disudut lemari.
Satu persatu doa saya mulai dijawab Allah, suami ga keras hati lagi dan mulai ngeliat kalo saya udah capeeee banget sama pengobatan ini-itu. Suami tau kalo saya sampe rusak badan akibat pengobatan tsb (saya naik 15 kg hanya dalam waktu 1 tahun ajah!!!)
Makanya sekarang saya lagi bertapa, berdoa, supaya semua urusan saya dilancarkan oleh Allah. Saya bisa dapat keturunan entah itu lahir dari rahim saya ataupun lewat jalur adopsi.
Entah kenapa saya lagi ngebet banget punya anak. Setelah mengetahui seorang sepupu saya akhirnya memilih mengadopsi seorang bayi lelaki dan seorang teman saya juga memilih mengadopsi seorang bayi setelah 12 tahun menikah.
Beberapa minggu yang lalu di perjalanan pulang kantor di toll jorr saya ngomongin soal adopsi ini sama hubby. Saya ceritain soal sepupu saya dan saya ceritain soal teman saya yang memilih jalur adopsi. Trus hubby denger dan kita ngebahas serius banget deh. Mungkin ini jalan yang dikasih Tuhan buat saya, saya terima dengan iklas. Sebenernya ada awalnya siiiihh......... beberapa bulan yang lalu, ipar saya menawarkan seseorang (masih ada hubungan saudara juga dengan dia) yang lagi hamil masuk bulan ke-3. Saya sama hubby mesti mikir-mikir banget. Soalnya adopsi kan ga kaya beli baju/sepatu yang bisa dituker. Adopsi ga kaya beli tas yang kalo kita ngerasa ga cocok trus bisa dionggokin disudut lemari.
Beberapa hari setelahnya saya 'belajar' ilmu adopsi dari sepupu saya. Selama ini banyak banget yang saya salah dari ilmu adopsi dan setelah BBM-an sama sepupu saya, mata saya jadi makin terbuka mengenai adopsi ini.
Truuss.... saya ikutan ribet deh waktu seorang sahabat mau bikin ultah anaknya yang ke-2. Awalnya cuma ngobrol di BBM doang, ujung2nya dia malah ngajak saya ngopi bareng dan kita ngebahas berdua soal ultah anaknya ini. Lucunya, semua saran yang saya tawarin ke dia, diterima semua looohh. Soalnya jujur aja, saya sering baca blog-blog tentang ulang tahun anak ini. Saya pengen cari-cari gambaran, ntar kalo (Insya Allah) saya punya anak, pengen dipestain kayak gimana. Lucunya lagi, saya udah mengalokasikan dana buat acara ini loooh.... jadi kalo ntar punya anak, pesta ultah pertamanya udah ada dananya deh. Malah temen saya bilang " duh kalo ini anak elu, gue udah tau banget deh kalo elu pasti ribet banget nyiapinnya, dan lu pasti akan cerewet banget sampe ke detil-detilnya "
Waktu saya sakit kemaren, saya sempet nonton film Up yang diputar di Disney Channel. Beberapa kali nonton film ini, saya tetap aja nangis nonton adegan-adegan awalnya waktu Carl dan Ellie akhirnya kehilangan buah hati mereka, trus mengalokasikan dana buat liburan tapi dana tersebut terkuras sedikit demi sedikit sampai akhirnya Ellie meninggal duluan. Saya ngeliat cintanya Carl daleeeeeeemmmm banget buat Ellie.
Saya juga pengen suami saya punya cinta dan sayang yang dalem kepada saya seperti cintanya Carl kepada Ellie. Makanya pas ngebahas soal adopsi ini kemaren, kita ngomong serius dan cukup hati-hati ngebahasnya. Apalagi kita sempat beberapa kali ngebahas tapi berujung jadi sebel atau kesal. Atau pas saya udah ngebet pengen adopsi, hubby malah bilang " gak mau!! " Kan saya ga mau maksa dia. Sehingga saya cuma bisa berdoa aja. Kalau jalan ini yang emang saya harus saya tempuh, saya minta dilancarkan, dimudahkan semua urusannya. Dan saya minta doa kepada Allah agar kalo emang tetap harus adopsi, saya diberi kekuatan, kesabaran dll, dll. Karena seperti penjelasan diatas. Adopsi bukan bayi yang lahir dari rahim saya yang kedatangannya ditunggu 9 bulan. Adopsi bukan seperti membeli baju yang kalo kita ga suka lagi bisa dituker atau dionggokin disudut lemari.
Satu persatu doa saya mulai dijawab Allah, suami ga keras hati lagi dan mulai ngeliat kalo saya udah capeeee banget sama pengobatan ini-itu. Suami tau kalo saya sampe rusak badan akibat pengobatan tsb (saya naik 15 kg hanya dalam waktu 1 tahun ajah!!!)
Makanya sekarang saya lagi bertapa, berdoa, supaya semua urusan saya dilancarkan oleh Allah. Saya bisa dapat keturunan entah itu lahir dari rahim saya ataupun lewat jalur adopsi.
Tuesday, April 26, 2011
Habis cuti
Waktu saya apply cuti, saya ditanya gini " cuti mau keluar kota ya? ". Hmmm.... saya diam aja dan saya pikir, emang kalo cuti harus keluar kota / luar negeri ya?
Saya baru cuti kemarin. Terima kasih kepada long weekend. Cuti yang harusnya saya ambil hanya 2 hari nambah jadi 5 hari. Lumayan...
Hari pertama cuti saya dibangunin hubby yang siap-siap ngantor. Sementara saya masih kucek-kucek mata. Begitu hubby berangkat kantor, saya tidur lagi dong.... Mewah banget kan, biasanya kita udah sradak-sruduk beres-beres buat ngantor, eh ini saya tidur lagi hehehe
Jam 9 saya mandi dan siap-siap mau ketemuan sama sepupu-sepupu saya di Pamulang. Perjalanan ke Ciputat saya mulai dengan naik angkot. Kapan terakhir saya naik angkot? udah lama banget. Ngeliat pemandangan sepanjang komplek rumah sampai Ciputat. Lucunya, ada marketing dari universitas gitu (lupa namanya) bagi-bagiin brochure. Mereka ngasih ke saya dan nawarin saya untuk daftar juga. Alhamdulillaaaahh.... masih ada yang nyangkain saya baru lulus SMA hehehehe :D
Ngobrol sama sepupu saya lumayan seru. Obrolannya apalagi kalau bukan sepanjang urusan rumah tangga, suami, resep masakan??
Jam 18.30 saya pulang sambil membawa sepotong pepes ikan tongkol, sekantung ikan asin cabe hijau dan sambel yang amit-amit pedasnya.
Hari kedua cuti saya mau ketemu sama sahabat saya si Antisocial di Citos. Seperti biasa obrolannya ga jauh dari kenangan masa kuliah dulu, kerjaan, suami, dll, dll. Selanjutnya kita shopping BodyShop. Saya baru tahu kalau teman saya yang tomboy ini ternyata juara shopping banget. Kalau ga ditahan-tahan, bisa setoko diborong sama dia :))
Pulang dari Citos ga lupa beliin 1 lusin J.Co donut buat hubby yang udah mau ngalah buat saya hari itu. Love you hubs!
Hari ketiga dan keempat saya ga kemana-mana. Dirumah aja. Menikmati bangun siang dan tidur siang, atau jalan pagi bareng hubby (hubby geregetan ngeliat udara pagi yang rada mendung sehingga dia maksa saya untuk jalan pagi. Kalau hujan tinggal pulang naik angkot! Beres!!), masak buat makan siang. Baca buku-buku koleksi yang belum sempat dibaca, nonton TV semua acara favorit saya, ngejemur karpet kamar, semuanya saya kerjain. Selain itu apalagi kalo ga ngobrol banyak hal dengan hubby???
Hari terakhir sempat sedih, kok ga berasa liburannya udah ampir habis. Tapi saya puas banget, biarpun ga keluar kota atau keluar negeri tapi saya puas kok.
Hari terakhir saya baru jalan ke mall sama hubby. Itu pun cuma mall deket rumah aja (Bintaro Plaza). Berangkat siang, liat-liat sebentar trus pulang sekitar jam 4 sore. Sebelum pulang beli sop buah dulu dong. Sorenya saya masak untuk makan malam, dan makan malam kita hari ini bakalan ada dessertnya yaitu : Sop Buah!! Yummy...
Ternyata tanpa harus keluar kota saya udah puas cuti. Kalau dikantor pasti banyak yang mikir ngantuk dan pengen tidur siang. Saya juga, makanya pas cuti kemaren saya puas banget bisa tidur siang. Kalau tiap pagi suka stress siap-siap kekantor, beresin ini-itu. Saya santai cuma bangun sebentar, liat jam trus tidur lagi. Intinya asal kita bisa menggunakan cuti dengan sebaik-baiknya, biar cuma ngendon dirumah aja, asyik-asyik aja tuh. Saya ga ngerasa rugi cuti tapi hanya dirumah.
Sekarang saya udah balik kantor lagi, tapi tangan saya lagi mgintip-ngintip kalender, kapan lagi ada tanggal merah ya? biar saya bisa cuti lagi hehehehe....
Saya baru cuti kemarin. Terima kasih kepada long weekend. Cuti yang harusnya saya ambil hanya 2 hari nambah jadi 5 hari. Lumayan...
Hari pertama cuti saya dibangunin hubby yang siap-siap ngantor. Sementara saya masih kucek-kucek mata. Begitu hubby berangkat kantor, saya tidur lagi dong.... Mewah banget kan, biasanya kita udah sradak-sruduk beres-beres buat ngantor, eh ini saya tidur lagi hehehe
Jam 9 saya mandi dan siap-siap mau ketemuan sama sepupu-sepupu saya di Pamulang. Perjalanan ke Ciputat saya mulai dengan naik angkot. Kapan terakhir saya naik angkot? udah lama banget. Ngeliat pemandangan sepanjang komplek rumah sampai Ciputat. Lucunya, ada marketing dari universitas gitu (lupa namanya) bagi-bagiin brochure. Mereka ngasih ke saya dan nawarin saya untuk daftar juga. Alhamdulillaaaahh.... masih ada yang nyangkain saya baru lulus SMA hehehehe :D
Ngobrol sama sepupu saya lumayan seru. Obrolannya apalagi kalau bukan sepanjang urusan rumah tangga, suami, resep masakan??
Jam 18.30 saya pulang sambil membawa sepotong pepes ikan tongkol, sekantung ikan asin cabe hijau dan sambel yang amit-amit pedasnya.
Hari kedua cuti saya mau ketemu sama sahabat saya si Antisocial di Citos. Seperti biasa obrolannya ga jauh dari kenangan masa kuliah dulu, kerjaan, suami, dll, dll. Selanjutnya kita shopping BodyShop. Saya baru tahu kalau teman saya yang tomboy ini ternyata juara shopping banget. Kalau ga ditahan-tahan, bisa setoko diborong sama dia :))
Pulang dari Citos ga lupa beliin 1 lusin J.Co donut buat hubby yang udah mau ngalah buat saya hari itu. Love you hubs!
Hari ketiga dan keempat saya ga kemana-mana. Dirumah aja. Menikmati bangun siang dan tidur siang, atau jalan pagi bareng hubby (hubby geregetan ngeliat udara pagi yang rada mendung sehingga dia maksa saya untuk jalan pagi. Kalau hujan tinggal pulang naik angkot! Beres!!), masak buat makan siang. Baca buku-buku koleksi yang belum sempat dibaca, nonton TV semua acara favorit saya, ngejemur karpet kamar, semuanya saya kerjain. Selain itu apalagi kalo ga ngobrol banyak hal dengan hubby???
Hari terakhir sempat sedih, kok ga berasa liburannya udah ampir habis. Tapi saya puas banget, biarpun ga keluar kota atau keluar negeri tapi saya puas kok.
Hari terakhir saya baru jalan ke mall sama hubby. Itu pun cuma mall deket rumah aja (Bintaro Plaza). Berangkat siang, liat-liat sebentar trus pulang sekitar jam 4 sore. Sebelum pulang beli sop buah dulu dong. Sorenya saya masak untuk makan malam, dan makan malam kita hari ini bakalan ada dessertnya yaitu : Sop Buah!! Yummy...
Ternyata tanpa harus keluar kota saya udah puas cuti. Kalau dikantor pasti banyak yang mikir ngantuk dan pengen tidur siang. Saya juga, makanya pas cuti kemaren saya puas banget bisa tidur siang. Kalau tiap pagi suka stress siap-siap kekantor, beresin ini-itu. Saya santai cuma bangun sebentar, liat jam trus tidur lagi. Intinya asal kita bisa menggunakan cuti dengan sebaik-baiknya, biar cuma ngendon dirumah aja, asyik-asyik aja tuh. Saya ga ngerasa rugi cuti tapi hanya dirumah.
Sekarang saya udah balik kantor lagi, tapi tangan saya lagi mgintip-ngintip kalender, kapan lagi ada tanggal merah ya? biar saya bisa cuti lagi hehehehe....
Friday, April 15, 2011
Membaca buku
Tadi sepulang kantor saya dan hubby mampir ke Bintaro Plaza. Salah satu tempat yang wajib kami kunjungi di mall kecil ini adalah toko buku Gramedia. Entah kenapa kata hubby, kalau belum mampir toko buku rasanya belum afdol. Kalau sudah masuk toko buku saya dan hubby langsung berpisah. Saya biasa berputar dibagian buku masak, novel atau majalah. Sementara hubby ke buku agama, gadget, komik dan majalah. Setengah jam kemudian biasanya kami sudah bertemu lagi. Kadang-kadang saya bawa 1-2 buku, atau hubby bawa 1 buku atau tidak sama sekali. Yang penting sudah cuci mata di toko buku saja, kami sudah puas. Selain itu sekalian hunting buku apalagi yang bakal kita beli nanti ya?? Tadi saya melihat buku Dan Brown yang berjudul Lost Symbol. Saya punya bukunya, tapi belum sempat membacanya. Baru baca beberapa lembar halaman awal saja. Terus terang, semangat membaca saya lagi berkurang akhir-akhir ini. Duluuuu... saya ingat banget, buku-buku setebal Harry Potter episode terakhir atau macam James Patterson (my favorite author!) bisa saya lahap hanya dalam hitungan hari. Biarpun saya pengguna kereta Sudirman Ekspress yang kadang penuhnya amit-amit, saya bisa tenang aja tuh membaca. Sebut saja macam Twilight Saga (4 buku), 3 buku terakhir Harry Potter, buku-buku James Patterson, Sydney Sheldon, 2 buku ES Ito atau berbagai buku chicklit macam Sophie Kinsella dan Meg Cabot saya baca diperjalanan di kereta. Biar bawaan saya udah seabrek-abrek, pasti ada buku didalam tas saya, tidak peduli setebal apapun bukunya. Pokoknya buku sama pentingnya seperti 3 bawaan wajib saya didalam tas : payung lipat, pashmina dan minyak kayu putih!! Lalu gangguan mulai berdatangan, awalnya sewaktu hubby membelikan saya MP3 Player. Saya menggantikan buku dengan mendengarkan lagu favorit saya lewat MP3 sepanjang perjalanan pulang-pergi kantor di kereta. Setelah itu Blackberry. Buku makin terlupakan karena saya lebih asyik membaca atau menulis twitter. Tadi melihat buku Dan Brown tersebut saya jadi merasa berdosa. Kapan ya saya bisa membacanya? Heran deh. Dulu yaaa... waktu Angel and Demon baru terbit dan meledak, saya gatel untuk ikut membeli. Setelah itu saya tuntaskan membacanya. Waktu saya dipinjami seorang teman Harry Potter : Orde of Phoenix (bener ga ga??) saya buru-buru baca (berhubung buku pinjeman). Dan makin memasuki bab-bab terakhir, banyak hal yang membuat saya ga bisa berhenti membacanya (secara saya juga penggemar novel thriller). Hubby saya marah-marah karena, baru sampe rumah saya sudah membaca (belum makan malam, malah kadang-kadang belum ganti baju). Tengah malam yang waktunya tidur, saya masih asyik membaca. Saya jadi pengen balik ke masa addict membaca saat itu :) Sekarang dirumah gangguannya apalagi kalau bukan TV??? Saat ini saya sedang menggemari channel Natgeo Adventure, Discovery atau channel macam AXN dan Fox. Hari libur saya habiskan dengan leyeh-leyeh di atas tempat tidur sambil nonton TV :D Saya tergelitik membaca twitter seorang teman yang sengaja mengambil cuti hanya untuk membaca buku-buku koleksinya yang belum sempat terbaca. Buku bagus plus secangkir kopi. Perfect holiday!!! Saya jadi pengen ikut kayak dia. Mungkin kopinya diganti dengan greentea. Kapan ah, saya juga pengen ambil cuti, pengen baca buku koleksi saya yang belum sempat saya baca, kalau belum sempat baca buku juga, Insya Allah cuti yang saya ambil nanti bisa ngembaliin mood membaca saya :))
Subscribe to:
Posts (Atom)