Wednesday, August 13, 2014

Mendadak Singapore 3

Hari ini kita pulang ke Jakarta. Pokoknya pagi hari kita santai-santai di hotel. Ngabisin pop mie dan ngopi dulu buat nambah tenaga. Hotel ini ga provide breakfast jadi untungnya sekalian ngabisin sisa-sisa pop mie yang hubby bawa untuk trip Sumateranya kemarin, sekalian ngurangin isi koper kita.

Jam 10-an baru deh kita check out. Naik taksi langsung ke Harbourfront. Kita akan naik Ferry lagi ke Batam (PS : karena saya pegang tiket Jakarta - Batam - Jakarta sementara hubby Batam - Jakarta). Selama di Singapore kita sempat 2x isi ulang kartu EZLink untuk naik MRT dan bus.

Kita dapat ferry jam 12.15 (waktu Singapore). Sementara pesawat kita ke Jakarta jam 14.45.
Kali ini ferrynya penuh. Saya milih tidur aja menuju Batam. 46 menit kemudian sampai deh di Batam Centre.

Begitu mendarat di Batam Centre kita langsung menuju Hang Nadim. Pokoknya yang penting check in dulu di counter Citilink.
Baru abis check in kita santai. Makan soto ayam, ngopi sambil nunggu jam 14.45.

Jam 16.00 udah sampai lagi di Jakarta dengan selamat. Sekarang waktunya nunggu X-trans yang akan bawa kita ke Bintaro.
Dari BTC Bintaro kita naik taksi ke rumah. Jam 19.00 udah sampai deh di rumah. Alhamdulillah...

Total kerusakan

1. Tiket pesawat : dibeliin hubby :)
2. Hotel Fragrance Rose dari Agoda tapi belinya pake account temen : USD 124 / 3 days
3. Uang saku : Sin$ 300 sampai di Jakarta masih sisa sekitar Sin$ 40 plus beberapa receh
4 Belanjaan dengan kartu kredit +/- Sin$ 100-an dibeberapa merchant (IKEA, Sephora etc)
5. Kerusakan dengan Rupiah sekitar IDR 500.000 (tiket ferry, taksi batam, makan di batam, dll dll)

Mendadak ke Singapore 2

Berhubung kemarin kecapean dan kita tidur cepat. Hari ini kita udah bangun pagi. Tujuan pertama Orchard. Sayangnya kita kepagian banget dan Orchard belum benar-benar hidup saat itu.
Dari Orchard kita ke Marina Bay dengan MRT. Tapi pas banget sampai di MBS tau-tau hujan turun dengan deras. Kita terjebak didalam MBS dan duduk manis di Coffee Bean.

Begitu hujan selesai langsung terbirit-birit ke Merlion Park. Motret Esplanade dan object sekitar MBS situ. Lalu hujan turun lagi. Dan kembali terbirit-birit kabur balik ke MBS. Kalau hubby menyelamatkan kameranya karena takut basah, saya menyelamatkan sepatu Wakai saya hihihi....

Dari MBS ke Bugis. Makan siang dulu du Burger King abis itu baru menjelajah Bugis. Saya malah menclok di Sephora.

Dari Bugis kita ke IKEA Alexandra. Nah baru deh kehebohan terjadi. Pengen ini pengen itu tapi bingung bawa pulangnya. Bener tuh kata orang-orang. Di IKEA semua pengen diborong rasanya. Akhirnya total kerusakan hanya terjadi pada : tempat tissue, pelapis kasur, gelas plastic, dan gantungan. Itu pun saya udah janji akan bawa sendiri sampai Jakarta alias ga masuk koper!!!

Dari Alexandra kita pindah ke Mustafa. Beli coklat dan kacang-kacangan. Dari Mustafa baru balik ke hotel. Pegelnya jangan ditanya.... tapi puasnya juga gak ketulungan!!!

Sebelum pulang beli KFC dulu. Nah di KFC Balestier Road yang melayani kita anak belasan tahun orang India. Kerjanya sigap. Dengan cepat burger dan coca cola udah kita dapat.

Malemnya masalah lagi. Kamar kita sempit. Barang kita plus belanjaan banyak. Sebelum tidur kita ngepas-ngepasin supaya semuanya keangkut. Jam 12 malem baru deh semuanya masuk koper dan tas bawaan kita dan kita baru bisa tidur....


 

Mendadak ke Singapore

Ini benar-benar travelling dadakan yang ga pake direncanakan.
Suatu ketika hubby bilang kalau dia mau business trip ke Sumatera. Visit beberapa kantor cabang kantornya dan mengakhirinya di Batam.

Waktu hubby bilang Batam, tau-tau dilanjutin sama kata-kata " nyebrang ke Singapore yuk ".
Walhasil gak pake persiapan apa-apa, bahkan cuti baru saya apply 3 hari sebelum berangkat.
Singapore memang dekat, cuma bagi saya gak usah ke Singapore. Ke Bogor pun saya pasti juga ribet.

Apalagi kali ini saya cuma mau bawa 1 ransel aja. Pokoknya semua baju saya gulung-gulung, lalu masukin kedalam packing cube. Bawaannya simple 3 baju plus 1 baju tidur dan 2 kerudung plus 1 pashmina buat cadangan. Sekalian nyobain backpack High Sierra ungu saya yang baru :)

Saking niatnya, sebelum semua digulung ke packing cube, baju plus kerudung saya setrika dulu lengkap dengan pewanginya. Jadi pas di Singapore nanti baju saya wangi.

Setelah seminggu ditinggal hubby, akhirnya hari Jumat saya nyusul dia juga. Tujuan utama saya Batam. Dari Bintaro naik Xtrans ke Bandara. Pesawat saya jam 10 pagi. Saya booking Xtrans jam 6.30 pagi. Sampe di Bandara masih jam 9 pagi. Saya milih nunggu manis aja sambil ngemil roti dan baca buku Memories of Midnightnya Sydney Sheldon.

Jam 10.15 saya berangkat ke Batam dengan Citilink. Jam 12-an saya udah sampai di Hang Nadim dan sambil nunggu supir kantor hubby jemput saya (karena pak supir harus shalat jumat dulu) jadinya saya duduk aja dulu di restoran. Abis jumatan baru deh saya dijemput.

Ini pertama kalinya saya ke Batam. Kebetulan pak supir pinter kasih penjelasan. Kantor cabang perusahaan tempat hubby kerja ada di sekitar Batam Centre. Jadi dari Bandara ke Batam Centre saya dijelasin macam-macam sama pak supir.

Sambil jelasin dia juga ngomong " saya aja belum pernak ke Jakarta bu. Jakarta kayak apa ya? " Haduuuuhhh... Tapi pak supir malah lebih sering bolak balik ke Singapore looohh... lebih murah katanya. Sampai-sampai dia nunjukin passportnya yang penuh sama cap imigrasi Singapore hihihi...

Sampai di kantor cabang, saya langsung diajak makan siang dulu. Menunya soto medan. Enaaaakkk..... abis makan, hubby lanjut presentasi lagi dan saya... main Candy Crush!!!

Persis jam 3 sore baru semuanya selesai. Kita pamit sama semua staff kantor cabang Batam dan pak supir antar saya ke pelabuhan Batam Centre.

Di pelabuhan, seperti biasa kita check in dulu, lalu bayar tax baru deh masuk Ferry Star Queen. Saat itu ferrynya agak kosong. Dari Harborfront kita naik MRT ke Novena.

Naaahhh.... masalah baru terjadi disini. Kita bingung sama pintu keluarnya stasiun MRT Novena. Pokoknya tau-tau ada di lobby hotel gitu. Harusnya kita pilih pintu keluar di Novena Shopping Centre. Alhasil hubby terpaksa ngangkut koper ukuran medium turun naik tangga penyeberangan. Padahal kalo keluarnya dari shopping centre, tinggal nyebrang di zebra cross trus ketemu halte bus deh. Karena hotel yang saya booking terletak di Balestier Road (kurang lebih 7 halte dari Novena station).

Naaahh udah naik bis nomor 21 (yang lewat Balestier Road) ada masalah lagi. Kepada pak supir saya bilang " Fragrance hotel ". Nah... didepan Fragrance hotel, pak supir berhenti dan nunjukkin " itu hote;nya " saya dan hubby turun dong yaaa... ternyata bukan Fragrance yang itu!!! Di Balestier Road ini ada beberapa Fragrance Hotel. Untungnya front desk hotel fragrance yang pertama baik banget. Dia bilang, hotel saya masih sekitar setengah kilo lagi. Dia menjelaskan dengan detail banget semua patokan hotel tersebut.

Akhirnya sampailah saya di Fragrance Rose hotel tersebut :(:(:(

Hal pertama adalah mandi dan makan popmie serta bikin the panas. Capek banget sodara-sodara!!!

Sebelum tidur kita menjelajah Balestier Road sambil jalan kaki. Balik ke hotel sambil bawa McDonald burger dan French fries....
 

Monday, August 11, 2014

Bekerja disekolah

Saya ga pernah ngebayangin suatu hari nanti akan bekerja disekolah seperti sekarang ini.
Biasanya saya berkutat dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya mencari pekerjaan. Tau-tau sekarang udah kerja disekolahan.

Saya ga pernah bilang kalau bekerja disekolahan itu lebih santai atau lebih ribet. Buat saya pekerjaan itu sama aja. kadang santai kadang ribet. Standar.

Yang menyenangkan adalah, pekerjaan saya tidak jauh dari rumah. Mungkin beda ceritanya kalau sekolah tempat saya bekerja letaknya jauh dari rumah.
Hal lainnya adalah, banyak suasana. Beda ceritanya kalau kita bekerja di lingkungan gedung tinggi di pusat Jakarta.
Bekerja disekolah banyak cerita dan suasananya. Apalagi sekolahan tempat saya bekerja sering membuat acara-acara seru. Jadi awalnya saya suka bingung kalau ada guru atau anak murid yang mondar-mandir dengan kostum. Ternyata karena ada acara disekolah.

Murid-murid yang bikin semangat. Nanti duluuuu.... jangan anggap macam-macam maksud yang ini. Tetapi yang saya rasain adalah, karena banyaknya murid yang sering mondar-mandir didepan saya, mulai dari anak TK hingga SMA membuat kehidupan pekerjaan saya menjadi lebih seru.
Kalau lagi stress dan males-malesan, bertemu dengan anak-anak dengan tingkah dan polahnya masing-masing membuat semangat timbul lagi.

Jadi memang ternyata bekerja disekolah menyenangkan!! 

Tuesday, July 8, 2014

lagi-lagi capres

Emang ya masalah pemilihan capres ini udah hits banget beberapa minggu terakhir ini.
Kayanya semua orang pada sibuk menjagokan pilihannya. Mau Prabowo atau Jokowi?

Saya sebagai satu dari masyarakat Indonesia yang lahir dan besar di Jakarta cuma berharap pengennya presiden nanti jauh lebih baik dari presiden-presiden sebelumnya.
Bersih, ga memperkaya diri sendiri dan keluarga, gak kejam dan menjadi dictator, bikin Indonesia maju, hebat, aman dan setumpuk keinginan-keinginan lainnya.

Itu kan idealnya.

Seperti percakapan yang saya dengar siang tadi. Membandingkan Indonesia dengan Cina. Negara Cina yang berani memberi hukuman mati pada koruptor. Atau obrolan macam " bodo amat dengan system pemerintahannya mau komunis kek, mau kerajaan kek yang penting ga ada lagi orang miskin di Indonesia, ga ada lagi anak-anak kecil yang mengemis di jalanan, gak ada lagi orang miskin ga ga diterima di rumah sakit, ga ada lagi anak-anak yang ga bisa sekolah karena mahal. Padahal gue ga pernah golput. Selalu milih tiap kali Pemilu atau Pilkada!!! "

Kita udah capek denger janji-janji palsu. Kita pun cukup sabar menunggu sebuah proses perkembangan Indonesia. Tapi kalau pada kenyataannya, udah sabar menunggu tapi ujung-ujungnya  yang kita dapatkan cuma berita anggota dewan yang tersangkut masalah korupsi... haduuuuhhh.... cape deeehh....

Jadi mungkin kata-kata diatas adalah ungkapan seorang yang udah cape melihat Indonesia yang makin terpuruk. Jadi udah ga peduli lagi sama system pemerintahan. Asal Indonesia maju dan berubah.

Monday, July 7, 2014

Pilih siapa?

Kalo kemarin saya misuh-misuh soal 'kotor'nya halaman path dan facebook saya oleh para jurkam kagetan. Kalau sekarang saya pengen nulis yang serius. Mengenai siapa yang akan saya pilih sebagai orang nomor 1 di negara ini.

Didalam hati masih ada pergolakan. Mau pilih A dengan alasan ini-itu. Atau pilih B juga dengan alasan berbeda. Ada hal dari dua capres ini yang bikin saya harus banyak baca, nonton berita dan membaca banyak artikel tentang 2 capres ini.

Jujur aja, sekarang saya sekarang lagi banyak belajar. Agar supaya pilihan saya tepat sasaran. Minimal saya gak main asal coblos aja sembarangan atau karena ngikut suami atau orang tua atau karena dengar pendapat orang. Saya maunya pilihan saya benar-benar datang dari lubuk hati yang paling dalam dan saya pun akan mendoakan orang yang saya pilih agar supaya beliau bias menjadi pemimpin yang benar-benar membawa Indonesia kepada kebaikan.

Saya suka bagaimana sebuah berita mengupas karakter seseorang tanpa menjatuhkan orang tersebut dengan berita-berita picisan.

Contoh Jokowi :
Sebagai mantan pengusaha mebel, suka music rock. Menjabat sebagai walikota Solo hingga duduk sebagai Gubernur Jakarta. Sepak terjangnya. Saya suka bagaimana sebuah artikel bisa membuat saya mikir kenapa saya harus pilih Jokowi?
Tapi bukan cuma menyerang soal agamanyalah, status Cinanya, soal kerjanya yang ga pernah beres dalam menduduki jabatan tertentulah. Bukan itu. Pasti ada alasan positif dari seorang Jokowi sampai ia bisa dipercayakan rakyat untuk nyapres.

Lalu Prabowo :
Selama ini saya hanya mendengar berita buruknya saja tentang beliau. Kasus penculikan hingga sosoknya yang katanya temperamental. Tapi membaca beberapa artikel dimajalah atau koran ternyata masih banyak sisi positif dari beliau. Simplenya gini, kalau memang beliau ini sedemikian buruknya, pasti beliau ga akan ada yang mendukung. Tapi buktinya masih ada juga yang percaya pada beliau.

Nah, sebagai orang yang sangat buta politik. Udah barang tentu saya butuh pengetahuan. Saya butuh banyak artikel di koran atau majalah, berita TV untuk memberikan ilmu pada saya. Saya gak mau hanya mendengar pendapat dari si A yang abis-abisan mendukung Prabowo tapi kerjaannya cuma posting kejelekan Jokowi atau sebaliknya.
Atau si B yang cinta mati saya Jokowi tapi cuma bisanya posting artikel 'gak penting' kayak misalnya cuma pengen ngebuktiin Jokowi merakyat, berita soal Jokowi makan nasi bungkus aja dijadiin headlines.

Masih ada 2 hari lagi. Dan sekarang sedang masa tenang. Waktu yang paling baik bagi kita untuk banyak belajar dan berdoa sebelum menentukan pilihan. Mungkin aja kemaren udah ngebet pilih capres tertentu trs tau-tau dapet 'wangsit' atau mimpi setelah menunaikan shalat Istikharah dan memilih capres satunya. Semua bisa terjadi kan?

Saya gimana? Yang jelas saya lagi banyak 'belajar' dan berdoa (kayak mau ujian aja). Bagi saya semua capres sama baiknya. Tapi mungkin ada yang lebih baik dari yang lain sehingga rakyat percaya pada beliau.

Yang jelas sebelum nyoblos saya mau bilang " Bismillah " dulu dan ngebatin Insya Allah orang yang saya pilih benar-benar bisa membawa Indonesia pada kebaikan. Amin....

Wednesday, July 2, 2014

Kisah sepatu lari

Sekitar bulan September - Oktober 2013 lalu, teman saya dengan semangat mengajak saya ikutan lari.
Yup, lari sekarang lagi jadi hits dan semua orang lagi kecanduan lari.
Rencana besarnya pengen ikutan marathon yang lagi sering diadain di Jakarta. Jadi sebelum marathon, kita latihan dulu.
Seperti biasa, saya yang orangnya punya masalah ikut-ikutan jadi kepengen juga.
Yang pertamakali saya beli? sepatunya dong.
Padahal sepatu gym saya masih bagus banget. Tapi ini harus beda. Sepatu lari, bukan sepatu gym.
Akhirnya saya beli juga sepatu lari. Biar gampang dimatchingin sama bajunya, sepatunya saya pilih warna gelap.
Trus yang saya inget saya batal lari karena sakit. Selanjutnya lari hanya tinggal rencana.
Boro-boro mau ikutan marathon secara latihannya aja gak pernah.

Bukan April saya mau berangkat ke HK. Saya butuh sepatu yang enak diajak jalan seharian disana. Kepikiran beli sepatu jalan lagi. Tapi tiba-tiba saya menemukan kotak sepatu yang masih bersih.
Isinya? sepatu lari sayaaaaa......
Jadi walaupun sepatu itu belum pernah diajak lari. Tapi sepatu ini udah diajak keliling HK. Jalan ke Disneyland HK, ke Macau. Terakhir udah saya pake jalan disekitar Marina Bay. Rencananya, bulan Oktober sepatu ini malah mau diajak jalan ke Dieng dan motret sunrise disana.

Jadi kapan ya ini sepatu diajak lari beneran?