Tiga tahun lalu sebelum akhirnya saya memutuskan menggunakan Blackberry saya masih memakai HP Nokian 6600 hitam saya.HP tersebut sangat tahan banting dan cukup mewakili kebutuhan saya saat itu. Saya sempat merasa sedih bin kesal kalau ada orang yang mengolok saya tentang HP tersebut. Memang HP saya cukup antik. Lalu suatu ketika saya pernah ketemuan dengan beberapa teman. Semuanya memakai HP yang lebih canggih daripada saya. Bahkan ada yang pegang Blackberry, HP sampai iPod segala. Canggih pokoknya. Dia menasehati saya untuk tanggap teknologi. Bagaimana ya? Jujur aja kenapa saya engga tanggap teknologi ada alasannya. Yaitu saya keterbatasan dana. Untuk menjadi seorang yang tanggap teknologi pasti butuh dana banyak. Memperbaharui teknologi yang selalu berubah dari waktu ke waktu. Sementara cadangan dana yang saya miliki sangat terbatas. Untungnya juga, saya tidak terlalu suka sama teknologi. Akhirnya beberapa bulan kemudian saya pun memakai Blackberry juga karena HP Nokia saya memang sudah layak dipensiunkan. Saya pakai BB juga akhirnya. Beberapa bulan kemudian saya berte,u dengan teman saya si " tanggap teknologi ". Kami tukeran pin. Dia dieeeemmmm aja waktu liat saya pake BB juga. Padahal saya tahu, BB yang saya pakai adalah yang paling rendah dikelasnya. Beberapa waktu kemudian saya dapat gossip dari teman saya yang lain. Si Tanggap Teknologi sekarang udah tidak tanggap teknologi lagi. Apa pasal? Olalaaaaaaa..... ternyata si tanggap teknologi putus dari pacarnya dan dia mengembalikan semua gadget yang pernah diberikan oleh pacarnya. Pokoknya dari mulai BB, notebook, iPod sampe Digicam dibalikin semua. Saya jadi pengen ketawa..... Itu mah bukan tanggap teknologi namanya. Tapi mungkin lebih tepatnya dibilang sebagai " Aji Mumpung " dong. Kalau dia engga pacaran sama orang kaya, mungkin dia akan menjadi orang yang gagap teknologi juga macam saya.... hahahaha....
Saturday, July 7, 2012
catatan pemilihan pemimpin
Sebagai rakyat Indonesia saya sudah mengikuti berbagai pemilihan pemimpin negara ini sejak tahun 1992. Dari jamannya masih 3 partai hingga multi partai pernah saya alami.
Ceritanya sejak beberapa minggu lalu setiap kali saya berte mu dengan orang lain salah satu pokok obrolan kami adalah pilkada dki. Berhubung saya bukan pemegang KTP DKI awalnya saya cuek dengan urusan ini. Tapi berhubung tiap bertemu orang lain, lawan bicara saya selalu berkoar koar tentang jagoannya, akhirnya saya mulai mencari tahu siapa saja yang bakal bertarung tanggal 11 Juli besok.
Saya cek twitter sebagai media yg paling mudah diakses. Hasilnya? seru!!!! banyak orang yg dengan jelas2 memberikan dukungan terhadap calon tertentu. Bahkan ada yang sampai niat bikin kultwit segala tentang jagoannya dan program-programnya bahkan ada yang juga dengan terang-terangan mengejek lawannya. Rame pokoknya.
Bagi saya yang buta politik, pemilihan pemimpin ini laksana memilih kucing dalam karung. Sukur2 yang didapat kucing anggora yang bagus. Kalo ternyata dapatnya kucing kampung yang bulunya pitak2 dan badannya korengan gimana?
Yang lebih frongal malah bilang politik kaya (maaf) tai kucing. Bukan kucingnya lagi yang diomongin tapi udah ke kotorannya. Mungkin ini adalah ungkapan mereka yang kecewa. Dikasih janji ini itu tapi hasilnya NOL besar.
Katanya ahli ngurusin macet dan banjir, kenyataannya? Macet di Jakarta udah seperti kanker stadium akut. Gak ada obatnya lagi. Tiap kali hujan tetap aja genangan air semata kaki hingga setinggi atap rumah selalu menjadi tamu warga Jakarta.
Katanya kader partainya bersih dan slogan partainya anti korupsi. Kenyataannya? baru setahun-dua tahun terpilih kadernya tersangkut kasus korupsi.
Maka dari itu banyak yang memilih jadi golput aja daripada sakit hati. Masa bodoh si anu yang jadi presiden atau si itu yang jadi gubernur. Soalnya dia yang makin kaya, kita tetap susah. Dia mah enak hilir mudik kesana kesini pake pengawal. Tinggal tutup jalan lalu para pemimpin melenggang tanpa macet. Sementara kita? teteeeeeuupp desak2an dikendaraanumum atau kalo yg naik kendaraan roda dua atau empat tetap juga kena parkir gratis yg bikin tensi naik dan pinggang mau patah huhuhuhu
Kita susah2 bayar pajak tapi situ enak2an jalan2 keluar negeri, pake bawa keluarga pulak!!!!
Ceritanya sejak beberapa minggu lalu setiap kali saya berte mu dengan orang lain salah satu pokok obrolan kami adalah pilkada dki. Berhubung saya bukan pemegang KTP DKI awalnya saya cuek dengan urusan ini. Tapi berhubung tiap bertemu orang lain, lawan bicara saya selalu berkoar koar tentang jagoannya, akhirnya saya mulai mencari tahu siapa saja yang bakal bertarung tanggal 11 Juli besok.
Saya cek twitter sebagai media yg paling mudah diakses. Hasilnya? seru!!!! banyak orang yg dengan jelas2 memberikan dukungan terhadap calon tertentu. Bahkan ada yang sampai niat bikin kultwit segala tentang jagoannya dan program-programnya bahkan ada yang juga dengan terang-terangan mengejek lawannya. Rame pokoknya.
Bagi saya yang buta politik, pemilihan pemimpin ini laksana memilih kucing dalam karung. Sukur2 yang didapat kucing anggora yang bagus. Kalo ternyata dapatnya kucing kampung yang bulunya pitak2 dan badannya korengan gimana?
Yang lebih frongal malah bilang politik kaya (maaf) tai kucing. Bukan kucingnya lagi yang diomongin tapi udah ke kotorannya. Mungkin ini adalah ungkapan mereka yang kecewa. Dikasih janji ini itu tapi hasilnya NOL besar.
Katanya ahli ngurusin macet dan banjir, kenyataannya? Macet di Jakarta udah seperti kanker stadium akut. Gak ada obatnya lagi. Tiap kali hujan tetap aja genangan air semata kaki hingga setinggi atap rumah selalu menjadi tamu warga Jakarta.
Katanya kader partainya bersih dan slogan partainya anti korupsi. Kenyataannya? baru setahun-dua tahun terpilih kadernya tersangkut kasus korupsi.
Maka dari itu banyak yang memilih jadi golput aja daripada sakit hati. Masa bodoh si anu yang jadi presiden atau si itu yang jadi gubernur. Soalnya dia yang makin kaya, kita tetap susah. Dia mah enak hilir mudik kesana kesini pake pengawal. Tinggal tutup jalan lalu para pemimpin melenggang tanpa macet. Sementara kita? teteeeeeuupp desak2an dikendaraanumum atau kalo yg naik kendaraan roda dua atau empat tetap juga kena parkir gratis yg bikin tensi naik dan pinggang mau patah huhuhuhu
Kita susah2 bayar pajak tapi situ enak2an jalan2 keluar negeri, pake bawa keluarga pulak!!!!
Friday, July 6, 2012
gadget freak-1
Ceritanya beberapa minggu lalu saat saya lagi nunggu suami disebuah toko buku. Saya sedang asyik membaca sebuah majalah tentang gadget, tiba-tiba seorang teman menegur. Kami pun akhirnya ngobrol lalu tiba-tiba teman saya menoleh kearah majalah yg sedang saya baca. " wah sekarang udah jadi gadget freak ya? bacaannya tentang gadget nih ". Saya bilang iseng karena saya baru punya sebuah komputer tablet android makanya saya iseng beli sekalian ingin tau aplikasi apa aja yang bagus.
temen saya langsung berdecak kagum dan saya tau decakannya sebenarnya adalah sebuah sindiran. Dia bilang dia ga perlu teknologi yang terlalu canggih.....blablablabla.... pokoknya gue cuma butuh HP yang begini-begini ajah... blablabla.... Saya sampai males mendengarnya.
Trus dia nanya, buat apa saya beli tab? apa gunanya untuk saya? saking udah keselnya saya bilang ooohh..... itu hadiah ulang tahun saya dari suami. Suami saya juga ga peduli kok mau saya pake tab itu untuk main game doang soalnya suami saya ngerti kalau saya gagap teknologi akut. Trus kenapa? Sebel saya, jadi orang kok nyinyir?
Saya juga ga ngerti kenapa teman saya nuduh saya gadget freak hanya karena dia liat saya membaca majalah tentang gadget? Toh orang beli buku masak juga belum tentu harus jagoan masak kan? Lagian juga banyak yang lebih freak dari saya kalau bicara teknologi. Bela-belain ngantri kalau ada Blackberry atau teknologi apapun yang lebih canggih. Sementara saya engga. Dan saya termasuk orang yang telat kalau berurusan dengan teknologi. Saya baru pake BB saat hampir semua orang di keluarga saya sudah memakainya. Tab ini juga termasuk telat saya miliki. Sementara orang lain punya yang lebih baru atau canggih dengan type yang beragam.
Waktu saya cerita ke suami tentang teman saya ini, dengan santai suami saya bilang " Ah itu mah jawaban orang defense doang, dia ga punya kali makanya dia bilang begitu. Coba kalo misalnya dia punya sesuatu yang lebih canggih dari kamu, pasti dia ngomongnya lain lagi. Orang kaya gitu sih tipikalnya sok rendah diri aja tapi pengen ninggiin mutu "
Hihihi saya jadi lega denger suami saya. Bener juga ya... coba kalau dia punya sesuatu yang lebih canggih atau lebih mahal dari barang yang saya punya bukan tidak mungkin kata-kata yang keluar dari mulutnya akan berbeda.
temen saya langsung berdecak kagum dan saya tau decakannya sebenarnya adalah sebuah sindiran. Dia bilang dia ga perlu teknologi yang terlalu canggih.....blablablabla.... pokoknya gue cuma butuh HP yang begini-begini ajah... blablabla.... Saya sampai males mendengarnya.
Trus dia nanya, buat apa saya beli tab? apa gunanya untuk saya? saking udah keselnya saya bilang ooohh..... itu hadiah ulang tahun saya dari suami. Suami saya juga ga peduli kok mau saya pake tab itu untuk main game doang soalnya suami saya ngerti kalau saya gagap teknologi akut. Trus kenapa? Sebel saya, jadi orang kok nyinyir?
Saya juga ga ngerti kenapa teman saya nuduh saya gadget freak hanya karena dia liat saya membaca majalah tentang gadget? Toh orang beli buku masak juga belum tentu harus jagoan masak kan? Lagian juga banyak yang lebih freak dari saya kalau bicara teknologi. Bela-belain ngantri kalau ada Blackberry atau teknologi apapun yang lebih canggih. Sementara saya engga. Dan saya termasuk orang yang telat kalau berurusan dengan teknologi. Saya baru pake BB saat hampir semua orang di keluarga saya sudah memakainya. Tab ini juga termasuk telat saya miliki. Sementara orang lain punya yang lebih baru atau canggih dengan type yang beragam.
Waktu saya cerita ke suami tentang teman saya ini, dengan santai suami saya bilang " Ah itu mah jawaban orang defense doang, dia ga punya kali makanya dia bilang begitu. Coba kalo misalnya dia punya sesuatu yang lebih canggih dari kamu, pasti dia ngomongnya lain lagi. Orang kaya gitu sih tipikalnya sok rendah diri aja tapi pengen ninggiin mutu "
Hihihi saya jadi lega denger suami saya. Bener juga ya... coba kalau dia punya sesuatu yang lebih canggih atau lebih mahal dari barang yang saya punya bukan tidak mungkin kata-kata yang keluar dari mulutnya akan berbeda.
Saturday, June 16, 2012
Pasar Cipulir
Suatu ketika saya lagi asik ngetik sendirian dirumah, BBM saya bunyi dan masuk sebuah pesan " besok kalau ga ada acara, kita kepasar Cipulir yuk. Ada si A, B, C dan D ikutan juga ".
Berhubung besok saya tidak punya acara apa-apa. Saya jawab aja " Oke ". Setelah itu obrolan berlanjut soal rencana besok. Kemudian saya lanjut ngetik lagi.
Besok pagi beberapa teman mulai berdatangan kerumah saya. Kita sarapan bubur ayam dan teh panas. Sebelum pergi kekantor paginya, hubby sempat pesan " coba di cek dulu, kayaknya acara TV Inbox bikin acara di Pasar Cipulir ". OK lah, teman-teman saya setuju. Kita liat situasi dulu.
Sempat telat menyalakan TV karena keasyikan ngobrol. Sebelum Inbox berakhir pukul 9 saya baru menyalakan TV. Ternyata benar, acara tersebut ada di Pasar Cipulir. Jadilah kita memilih bersantai dan melanjutkan ngobrol. Baru jam 10-an kita berangkat.
Rame-rame naik angkot D-18 dari rumah saya, melintasi Bintaro-Bintaro Permai-Ulujami. Lalu kita turun di pertigaan Perdatam dan lanjut jalan kaki. Cuma 45 menit dari rumah saya ke Cipulir.
Buat saya Cipulir tidak seperti Tanah Abang yang barang-barangnya melimpah. Beberapa barang yang saya liat di Tanah Abang, juga dijual di Cipulir tapi dengan harga yang sedikit agak mahal. Saya memilih tidak berbelanja, hanya membeli 2 buah kerudung. Sisanya saya sibuk membantu teman yang sibuk memilih kerudung yang sesuai dengan contoh kebaya yang ia bawa. " Adik gue mau nikah minggu depan, engga rame-rame sih. Gue udah males ke Tanah Abang jadinya beli disini aja deh ". Selain kerudung kami tidak membeli apa-apa lagi. Cipulir tidak secihuy Tanah Abang pokoknya.
Jam 3 kita pulang. Kembali menumpang angkot dengan nomor yang sama. Kami berpisah di Bintaro. Walaupun saya sedikit kecewa, tapi minimal ada pengalaman menginjak Pasar Cipulir ini deh.
Berhubung besok saya tidak punya acara apa-apa. Saya jawab aja " Oke ". Setelah itu obrolan berlanjut soal rencana besok. Kemudian saya lanjut ngetik lagi.
Besok pagi beberapa teman mulai berdatangan kerumah saya. Kita sarapan bubur ayam dan teh panas. Sebelum pergi kekantor paginya, hubby sempat pesan " coba di cek dulu, kayaknya acara TV Inbox bikin acara di Pasar Cipulir ". OK lah, teman-teman saya setuju. Kita liat situasi dulu.
Sempat telat menyalakan TV karena keasyikan ngobrol. Sebelum Inbox berakhir pukul 9 saya baru menyalakan TV. Ternyata benar, acara tersebut ada di Pasar Cipulir. Jadilah kita memilih bersantai dan melanjutkan ngobrol. Baru jam 10-an kita berangkat.
Rame-rame naik angkot D-18 dari rumah saya, melintasi Bintaro-Bintaro Permai-Ulujami. Lalu kita turun di pertigaan Perdatam dan lanjut jalan kaki. Cuma 45 menit dari rumah saya ke Cipulir.
Buat saya Cipulir tidak seperti Tanah Abang yang barang-barangnya melimpah. Beberapa barang yang saya liat di Tanah Abang, juga dijual di Cipulir tapi dengan harga yang sedikit agak mahal. Saya memilih tidak berbelanja, hanya membeli 2 buah kerudung. Sisanya saya sibuk membantu teman yang sibuk memilih kerudung yang sesuai dengan contoh kebaya yang ia bawa. " Adik gue mau nikah minggu depan, engga rame-rame sih. Gue udah males ke Tanah Abang jadinya beli disini aja deh ". Selain kerudung kami tidak membeli apa-apa lagi. Cipulir tidak secihuy Tanah Abang pokoknya.
Jam 3 kita pulang. Kembali menumpang angkot dengan nomor yang sama. Kami berpisah di Bintaro. Walaupun saya sedikit kecewa, tapi minimal ada pengalaman menginjak Pasar Cipulir ini deh.
Memasak Kue
Beberapa waktu sebelum hubby ultah saya sempet bilang sama hubby, " ntar kalau kamu ultah gak usah pesan kue apa-apa. Aku aja yang masak ".
Semenjak dibeliin oven tahun lalu saya selalu menantang diri saya untuk bikin sesuatu dengan oven tersebut. Kali ini saya mau bikin kue untuk ultahnya hubby.
Sesuai tradisi dikantor, kalau ada yang ultah pasti akan bawa kue. Biasanya tiap tahun saya udah ribet kalau hubby nanya " ultahku besok, bawa apa ya? " Mulai dari donat Jco, berbagai kue basah pernah saya order untuk dibawa kekantor hubby. Tahun ini saya kan udah ga kerja dan ga ribet lagi. Jadi apa salahnya kalau saya bikin aja?
Tadinya mau bikin pie susu Bali, tapi detik terakhir malah berganti sama apple pie. Satu lagi bikin macaroni schotel.
Persiapannya udah dari beberapa hari sebelumnya. Beli cup aluminium foil buat macaroni schotelnya di toko plastik deket rumah.
Yang keluar dari skenario mendadak satu hari sebelum hari H, hubby ngajak saya memperbaharui SIM. Aduuhhh..... Padahal saya udah niat mau mulai masak dari siang. Akibatnya, saya baru bisa mulai membuat adonan mulai jam 5 sore.
Masalah lain adalah, kecilnya kapasitas oven saya. Jadi cup-cup apple pie hanya bisa masuk per-12 cup saja. Sementara saya harus membuat 30-an. Jam 11 malam Apple pie selesai dan selanjutnya tugas hubby yang menata dikotak kue. Biar cantik, apple pienya saya taruh disebuah cup kertas sebelum ditaruh didalam kotak.
Keesokan subuh saya mulai membuat macaroni schotel. Alamaaakkk.... masalah kembali terulang. Kapasitas oven!!!!. Hubby mau engga mau rada telat berangkat ke kantor berhubung saya baru selesai memasak pukul 7 pagi. Supaya pas saya sediakan sendok plastik kecil dan sambal sachet.
Sampai di kantor, kata hubby banyak yang udah kasih selamat. Tapi berhubung hubby harus meeting, dia langsung teriak " silahkan ambil kuenya ya " trus langsung meeting.
Saat makan siang kue ludes. Kata hubby ada yang udah makan 2-3-4 buah. Teman-teman dari departemen lain juga ikutan ngambil dan meninggalkan ucapan selamat dan terimakasih via SMS atau BBM.
Lucunya ada yang udah pake nanya harga aja kalau misalnya saya mau jualan. Trus ada juga yang walaupun udah makan dua buah, saat melihat hubby masih menyimpan 1 macaroni schotel di mejanya, si teman ini bertanya " maaf pak, itu macaroni schotelnya masih mau ga? kalau engga buat saya aja ". Waktu hubby tanya apa tadi dia belum kebagian, dia bilang udah makan 2. Tapi berhubung enak dia masih mau lagi. Hahahaha.....
Dulu saya pengen banget punya usaha kue. Kayaknya lucu juga ya?? Belajar lagi aaaahhh....
Semenjak dibeliin oven tahun lalu saya selalu menantang diri saya untuk bikin sesuatu dengan oven tersebut. Kali ini saya mau bikin kue untuk ultahnya hubby.
Sesuai tradisi dikantor, kalau ada yang ultah pasti akan bawa kue. Biasanya tiap tahun saya udah ribet kalau hubby nanya " ultahku besok, bawa apa ya? " Mulai dari donat Jco, berbagai kue basah pernah saya order untuk dibawa kekantor hubby. Tahun ini saya kan udah ga kerja dan ga ribet lagi. Jadi apa salahnya kalau saya bikin aja?
Tadinya mau bikin pie susu Bali, tapi detik terakhir malah berganti sama apple pie. Satu lagi bikin macaroni schotel.
Persiapannya udah dari beberapa hari sebelumnya. Beli cup aluminium foil buat macaroni schotelnya di toko plastik deket rumah.
Yang keluar dari skenario mendadak satu hari sebelum hari H, hubby ngajak saya memperbaharui SIM. Aduuhhh..... Padahal saya udah niat mau mulai masak dari siang. Akibatnya, saya baru bisa mulai membuat adonan mulai jam 5 sore.
Masalah lain adalah, kecilnya kapasitas oven saya. Jadi cup-cup apple pie hanya bisa masuk per-12 cup saja. Sementara saya harus membuat 30-an. Jam 11 malam Apple pie selesai dan selanjutnya tugas hubby yang menata dikotak kue. Biar cantik, apple pienya saya taruh disebuah cup kertas sebelum ditaruh didalam kotak.
Keesokan subuh saya mulai membuat macaroni schotel. Alamaaakkk.... masalah kembali terulang. Kapasitas oven!!!!. Hubby mau engga mau rada telat berangkat ke kantor berhubung saya baru selesai memasak pukul 7 pagi. Supaya pas saya sediakan sendok plastik kecil dan sambal sachet.
Sampai di kantor, kata hubby banyak yang udah kasih selamat. Tapi berhubung hubby harus meeting, dia langsung teriak " silahkan ambil kuenya ya " trus langsung meeting.
Saat makan siang kue ludes. Kata hubby ada yang udah makan 2-3-4 buah. Teman-teman dari departemen lain juga ikutan ngambil dan meninggalkan ucapan selamat dan terimakasih via SMS atau BBM.
Lucunya ada yang udah pake nanya harga aja kalau misalnya saya mau jualan. Trus ada juga yang walaupun udah makan dua buah, saat melihat hubby masih menyimpan 1 macaroni schotel di mejanya, si teman ini bertanya " maaf pak, itu macaroni schotelnya masih mau ga? kalau engga buat saya aja ". Waktu hubby tanya apa tadi dia belum kebagian, dia bilang udah makan 2. Tapi berhubung enak dia masih mau lagi. Hahahaha.....
Dulu saya pengen banget punya usaha kue. Kayaknya lucu juga ya?? Belajar lagi aaaahhh....
Saat Sabar lagi dicoba
Sebagai orang yang punya tingkat kesabaran sangat tipis.... beberapa waktu yang lalu Tuhan menguji tingkat kesabaran saya. Sebenarnya engga heboh-heboh amat mengingat kalau dibandingkan orang lain, ujian saya kemaren gak ada apa-apanya. Tapi buat saya si Miss Heboh ini??
Saya sampe senewen. Pokoknya antara mau ngamuk sama berusaha sabar rasanya gonta-ganti. Berulang kali BBM sampe nelpon hubby, jawabnya cuma " sabar... istigfar ". Haduuuhh...
Trus saya diam dan bolak balik tarik nafas panjang. Menyemangati diri sendiri yang nyaris pecah amarahnya. " Yuk, kamu pasti bisa. Bismillah... " sambil inhale-exhale diselingi zikir berulangkali. Akhirnya saya bisa sabar juga.
Waktu saya cerita ke beberapa orang, mereka bilang ini adalah ujian dari Allah kepada saya. Apalagi saya masih newbie dalam berhijab. Sesekali pasti ada aja gangguannya. " Banyakin zikir aja.... " demikian nasehat seorang teman. Saya lakukan apa yang ia nasehatkan kepada saya dan ampuh!!!
Pelan-pelan tingkat kesabaran saya kembali mulai menebal. Kalau mulai drop lagi, buru-buru zikir sambil tarik nafas panjang.
Ada yang bilang mau naik kelas tuh. Insya Allah.... Tapi tiap kali shalat dan berdoa, salah satu permintaan yang sering saya panjatkan kepada Allah adalah " tolong jangan berikan saya cobaan yang melebihi batas kemampuan saya ". Tapi Allah mungkin sesekali mengujinya sedikit. Kalau saya beneran bertaqwa kepada-Nya, pada saat cobaan datang, saya akan lebih dekat lagi pada-Nya bukannya malah menjauhi-Nya.
Ya Allah.... berikan kesabaran pada hamba.....
Saya sampe senewen. Pokoknya antara mau ngamuk sama berusaha sabar rasanya gonta-ganti. Berulang kali BBM sampe nelpon hubby, jawabnya cuma " sabar... istigfar ". Haduuuhh...
Trus saya diam dan bolak balik tarik nafas panjang. Menyemangati diri sendiri yang nyaris pecah amarahnya. " Yuk, kamu pasti bisa. Bismillah... " sambil inhale-exhale diselingi zikir berulangkali. Akhirnya saya bisa sabar juga.
Waktu saya cerita ke beberapa orang, mereka bilang ini adalah ujian dari Allah kepada saya. Apalagi saya masih newbie dalam berhijab. Sesekali pasti ada aja gangguannya. " Banyakin zikir aja.... " demikian nasehat seorang teman. Saya lakukan apa yang ia nasehatkan kepada saya dan ampuh!!!
Pelan-pelan tingkat kesabaran saya kembali mulai menebal. Kalau mulai drop lagi, buru-buru zikir sambil tarik nafas panjang.
Ada yang bilang mau naik kelas tuh. Insya Allah.... Tapi tiap kali shalat dan berdoa, salah satu permintaan yang sering saya panjatkan kepada Allah adalah " tolong jangan berikan saya cobaan yang melebihi batas kemampuan saya ". Tapi Allah mungkin sesekali mengujinya sedikit. Kalau saya beneran bertaqwa kepada-Nya, pada saat cobaan datang, saya akan lebih dekat lagi pada-Nya bukannya malah menjauhi-Nya.
Ya Allah.... berikan kesabaran pada hamba.....
Sunday, May 27, 2012
Tanah Abang
Kapan terakhir ke Tanah Abang?
Kalo lewat aja sih sering waktu masih ngantor di Sudirman. Kan kereta Sudirman Express yang saya naikin pasti transit di Tanah Abang. Tapi, kapan terakhir shopping di Tanah Abang? Kalau ga salah sih beberapa tahun lalu, rame-rame perginya sama mama dan adik serta suami. Ceritanya nyari baju lebaran. Tapi abis itu tradisi ke Tanah Abang hilang dan saya praktis ga pernah nginjek-injek pasar Tanah Abang lagi.
Ceritanya seorang teman ngajakin saya ke Tanah Abang. Dia nyari bahan kebaya trus ngerayu saya " kan elu mau nyari-nyari kerudung? " Yuk ke Tanah Abang aja " katanya sambil ngedip-ngedip.
Ya udah saya mau. Langsung minta izin suami dan janjian deh sama si temen.
Kebetulan kita sama-sama anak Bintaro, jadi kita bisa berangkatnya naik kereta. Sengaja naik jam 08.30 dengan harapan keretanya udah ga penuh-penuh amat. Tetapi semenjak Sudirman Express ditiadakan dan berganti dengan Commuter Line. Jadilah kereta berAC tersebut tetap terasa sauna. Tapi gak apa, dibandingin harus naik bis? Belum macetnya, belum harus turun naik gonta ganti bis. Biar sumpek, kereta lebih cepat dan jam 9 lewat saya sudah sampai di Stasiun Tanah Abang.
Berhubung santai, saya dan teman ga ikutan berdesak-desakan ditangga peron. Saat semua orang sibuk dorong-dorongan, saya milih nunggu dulu. Baru pas tangga keluar udah sepi, saya dan teman keluar dari stasiun.
Dari stasiun ada gang senggol untuk tembus ke arah pasar. Di gang senggol ini udah ada banyak lapak yang jualan. Baju, sepatu, kerudung sampai pakaian dalam. Kita jalan terus sampai ujung gang senggol.
Berhubung teman saya mau beli bahan kebaya kita menuju Blok A Pasar Tanah Abang. Sama seperti di gang senggol tadi, jalan menuju arah Blok A penuh dengan lapak-lapak. Bandana kerudung yang biasa dijual di bazaar seharga 20ribuan/buah, disini bisa dapat 2. Ada yang 5ribuan, 10 ribuan/2 buah. Saya langsung gatel buat beli. Buat bandana dan ciput, total kerusakan saya sekitar 50 ribu rupiah. Tapi dapatnya sampai 7 buah.
Abis itu giliran kerudung. Di Tanah Abang mau cari kerudung apa aja ada. Yang ada hiasan koin-koin, bola-bola, kerudung paris, pashmina berbagai corak tersedia. Saya beli 3 kerudung paris polos dengan harga 7000/buah warna yang saya ambil orange, ungu tua dan coklat muda. Abis itu kerudung segitiga motif ada yang pakai hiasan bola, ada yang pakai hiasan koin. Harganya 12 ribuan (di bazaar dibandrol harga 20-25ribuan). Saya beli beberapa dari beberapa lapak. Ada juga yang belinya grosiran bareng temen saya (kebetulan dia juga pakai hijab) sehingga lebih murah lagi. Trus beli pashmina blink-blink buat pesta, dapat murah cuma 20ribu, saya ambil warna hitam dan abu-abu silver.
Abis itu saya beli manset. Manset ini dalaman baju. Berhubung saya cuma punya 3 manset (hitam, coklat kulit dan abu-abu tua). Saya pilih manset warna putih, abu-abu muda dan coklat tua.
Setelah itu perjalanan kami lanjutkan didalam gedung pasar Blok A buat mencari bahan kebaya teman saya. Sempat liat-liat beberapa toko akhirnya ditoko terakhir dia mutusin beli kebaya yang udah jadi aja daripada ribet mesti jahit lagi. Dua kebaya dia pilih berikut manset yang sudah dimodifikasi dengan total kerusakan 470ribuan. Saya baru ngeh, ternyata banyak juga toko yang menawarkan kebaya yang sudah jadi dengan berbagai model. Bahkan menurut penjaga toko banyak langganannya adalah salon yang menyewakan kebaya untuk pengantin. Pokoknya lengkap deh. Mau yang bagian belakang kebayanya menjuntai panjang ada. Mau yang lehernya ada kayak kerah sayapnya juga ada. Mau warna apa aja komplit tersedia. Jangan takut, mereka juga menyediakan beskap dengan warna senada untuk pengantin prianya lengkap dengan selop hingga topinya.
Jam 12 kita makan siang dulu di food court Blok A lantai 8. Setelah makan dan istirahat, lanjut lagi wisata belanjanya. Tujuan selanjutnya ke toko perlengkapan haji buat beli celana serut buat hubby. Dapat dengan harga 50ribu. Trus kita nyari baju. Saya sih ga niat beli baju kemarin cuma mau beli kerudung aja. Tapi berhubung ada sale baju-baju murah saya ikutan beli. Baju dengan lengan batwing @ 50ribuan. Saya juga beli dress panjang dengan harga yang sama. Teman saya juga ikut-ikutan.Saya bilang buat nambah-nambahin baju saya berhubung hijabers pemula, banyak baju-baju saya yang belum pas. Apalagi kemarin pas mutusin berhijab, saya sempat ngosongin lemari. Ngeluarin baju-baju lama yang dirasa ga pas lagi (tank top dan sejenisnya). Jadi boleh dong diisi lagi hehehehe....
Berhubung udah sama-sama cape kita mutusin pulang. Sambil jalan balik ke stasiun Tanah Abang, kita masih beli bros peniti buat hijab dengan harga 10ribu / 4buah. Saya ambil 2, teman saya 2.
Sampe distasiun udah ada kereta ekonomi jurusan serpong. Buru-buru beli karcis dan naik kereta. Alhamdulillah dapat tempat duduk. Jam 14.30 saya udah sampe dirumah lagi. Hubby aja sampe kaget, dia kira saya bakalan sampe rumah sekitar jam 5 sore.
Total kerusakan? sekitar 350 ribu rupiah.
Resultnya? 1 buah dress, 1 buah baju lengan batwing, 6 bandana (sudah termasuk ciput juga), 3 jilbab paris polos, 3 manset, 1 celana haji buah hubby, 2 pashmina blink-blink, 2 kerudung segitiga, 6 kerudung segi empat motif, seporsi mie yamin Bandung + Teh Botol, tiket kereta PP (Commuter Line dan Ekonomi), Ojek.
Sampe rumah saya langsung mencuci hasil belanjaan saya supaya weekend bisa dipakai. Trus telpon-telponan sama teman yang juga melakukan hal yang sama (kecuali kebaya yang akan dia masukkan ke laundry). Terakhir dia ngomong " bulan depan wisata belanja lagi yuk ". Dalam hati saya jawab " liat nanti ya, Insya Allah kalau ada rejeki kita wisata belanja lagi "
Yang bikin saya senang sih koleksi kerudung saya jadi makin banyak. Hmmm.... kayaknya udah cukup deh saat ini belanja kerudungnya.
Kalo lewat aja sih sering waktu masih ngantor di Sudirman. Kan kereta Sudirman Express yang saya naikin pasti transit di Tanah Abang. Tapi, kapan terakhir shopping di Tanah Abang? Kalau ga salah sih beberapa tahun lalu, rame-rame perginya sama mama dan adik serta suami. Ceritanya nyari baju lebaran. Tapi abis itu tradisi ke Tanah Abang hilang dan saya praktis ga pernah nginjek-injek pasar Tanah Abang lagi.
Ceritanya seorang teman ngajakin saya ke Tanah Abang. Dia nyari bahan kebaya trus ngerayu saya " kan elu mau nyari-nyari kerudung? " Yuk ke Tanah Abang aja " katanya sambil ngedip-ngedip.
Ya udah saya mau. Langsung minta izin suami dan janjian deh sama si temen.
Kebetulan kita sama-sama anak Bintaro, jadi kita bisa berangkatnya naik kereta. Sengaja naik jam 08.30 dengan harapan keretanya udah ga penuh-penuh amat. Tetapi semenjak Sudirman Express ditiadakan dan berganti dengan Commuter Line. Jadilah kereta berAC tersebut tetap terasa sauna. Tapi gak apa, dibandingin harus naik bis? Belum macetnya, belum harus turun naik gonta ganti bis. Biar sumpek, kereta lebih cepat dan jam 9 lewat saya sudah sampai di Stasiun Tanah Abang.
Berhubung santai, saya dan teman ga ikutan berdesak-desakan ditangga peron. Saat semua orang sibuk dorong-dorongan, saya milih nunggu dulu. Baru pas tangga keluar udah sepi, saya dan teman keluar dari stasiun.
Dari stasiun ada gang senggol untuk tembus ke arah pasar. Di gang senggol ini udah ada banyak lapak yang jualan. Baju, sepatu, kerudung sampai pakaian dalam. Kita jalan terus sampai ujung gang senggol.
Berhubung teman saya mau beli bahan kebaya kita menuju Blok A Pasar Tanah Abang. Sama seperti di gang senggol tadi, jalan menuju arah Blok A penuh dengan lapak-lapak. Bandana kerudung yang biasa dijual di bazaar seharga 20ribuan/buah, disini bisa dapat 2. Ada yang 5ribuan, 10 ribuan/2 buah. Saya langsung gatel buat beli. Buat bandana dan ciput, total kerusakan saya sekitar 50 ribu rupiah. Tapi dapatnya sampai 7 buah.
Abis itu giliran kerudung. Di Tanah Abang mau cari kerudung apa aja ada. Yang ada hiasan koin-koin, bola-bola, kerudung paris, pashmina berbagai corak tersedia. Saya beli 3 kerudung paris polos dengan harga 7000/buah warna yang saya ambil orange, ungu tua dan coklat muda. Abis itu kerudung segitiga motif ada yang pakai hiasan bola, ada yang pakai hiasan koin. Harganya 12 ribuan (di bazaar dibandrol harga 20-25ribuan). Saya beli beberapa dari beberapa lapak. Ada juga yang belinya grosiran bareng temen saya (kebetulan dia juga pakai hijab) sehingga lebih murah lagi. Trus beli pashmina blink-blink buat pesta, dapat murah cuma 20ribu, saya ambil warna hitam dan abu-abu silver.
Abis itu saya beli manset. Manset ini dalaman baju. Berhubung saya cuma punya 3 manset (hitam, coklat kulit dan abu-abu tua). Saya pilih manset warna putih, abu-abu muda dan coklat tua.
Setelah itu perjalanan kami lanjutkan didalam gedung pasar Blok A buat mencari bahan kebaya teman saya. Sempat liat-liat beberapa toko akhirnya ditoko terakhir dia mutusin beli kebaya yang udah jadi aja daripada ribet mesti jahit lagi. Dua kebaya dia pilih berikut manset yang sudah dimodifikasi dengan total kerusakan 470ribuan. Saya baru ngeh, ternyata banyak juga toko yang menawarkan kebaya yang sudah jadi dengan berbagai model. Bahkan menurut penjaga toko banyak langganannya adalah salon yang menyewakan kebaya untuk pengantin. Pokoknya lengkap deh. Mau yang bagian belakang kebayanya menjuntai panjang ada. Mau yang lehernya ada kayak kerah sayapnya juga ada. Mau warna apa aja komplit tersedia. Jangan takut, mereka juga menyediakan beskap dengan warna senada untuk pengantin prianya lengkap dengan selop hingga topinya.
Jam 12 kita makan siang dulu di food court Blok A lantai 8. Setelah makan dan istirahat, lanjut lagi wisata belanjanya. Tujuan selanjutnya ke toko perlengkapan haji buat beli celana serut buat hubby. Dapat dengan harga 50ribu. Trus kita nyari baju. Saya sih ga niat beli baju kemarin cuma mau beli kerudung aja. Tapi berhubung ada sale baju-baju murah saya ikutan beli. Baju dengan lengan batwing @ 50ribuan. Saya juga beli dress panjang dengan harga yang sama. Teman saya juga ikut-ikutan.Saya bilang buat nambah-nambahin baju saya berhubung hijabers pemula, banyak baju-baju saya yang belum pas. Apalagi kemarin pas mutusin berhijab, saya sempat ngosongin lemari. Ngeluarin baju-baju lama yang dirasa ga pas lagi (tank top dan sejenisnya). Jadi boleh dong diisi lagi hehehehe....
Berhubung udah sama-sama cape kita mutusin pulang. Sambil jalan balik ke stasiun Tanah Abang, kita masih beli bros peniti buat hijab dengan harga 10ribu / 4buah. Saya ambil 2, teman saya 2.
Sampe distasiun udah ada kereta ekonomi jurusan serpong. Buru-buru beli karcis dan naik kereta. Alhamdulillah dapat tempat duduk. Jam 14.30 saya udah sampe dirumah lagi. Hubby aja sampe kaget, dia kira saya bakalan sampe rumah sekitar jam 5 sore.
Total kerusakan? sekitar 350 ribu rupiah.
Resultnya? 1 buah dress, 1 buah baju lengan batwing, 6 bandana (sudah termasuk ciput juga), 3 jilbab paris polos, 3 manset, 1 celana haji buah hubby, 2 pashmina blink-blink, 2 kerudung segitiga, 6 kerudung segi empat motif, seporsi mie yamin Bandung + Teh Botol, tiket kereta PP (Commuter Line dan Ekonomi), Ojek.
Sampe rumah saya langsung mencuci hasil belanjaan saya supaya weekend bisa dipakai. Trus telpon-telponan sama teman yang juga melakukan hal yang sama (kecuali kebaya yang akan dia masukkan ke laundry). Terakhir dia ngomong " bulan depan wisata belanja lagi yuk ". Dalam hati saya jawab " liat nanti ya, Insya Allah kalau ada rejeki kita wisata belanja lagi "
Yang bikin saya senang sih koleksi kerudung saya jadi makin banyak. Hmmm.... kayaknya udah cukup deh saat ini belanja kerudungnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)